Senin, 9 Desember 19

Kemenperin Dorong IKM ‘Goes Digital’

Kemenperin Dorong IKM ‘Goes Digital’
* Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar melakukan pemberdayaan industri kecil menengah (IKM) di era Industri 4.0. Salah satunya dengan mendorong para pelaku IKM agar bertransformasi untuk ‘Goes Digital’. Hal tersebut sejalan dengan 10 program prioritas nasional yang terdapat di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

 

Baca juga: 

IKM Batik Jadi Tombak Ekonomi Kerakyatan

Enam IKM Perhiasan Indonesia Mejeng di Pameran Hongkong

Kemenperin Edukasi IKM Sumatera Selatan Jadi Pintar Teknologi Digital

 

“Lembaga riset dari Inggris mencatat, pertumbuhan e-commerce Indonesia pada tahun 2018 mencapai 78% sehingga sangat tepat bagi IKM di Tanah Air untuk menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk menjual sekaligus mempromosikan produknya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih saat Workshop Pendalaman Industri di Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/10/2019).

Guna mendorong pelaku IKM bisa bertransformasi di era Industri 4.0, Kemenperin telah memberikan workshop e-Smart IKM. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya pemerintah dalam membangun sistem database IKM yang diintegrasikan melalui beberapa marketplace yang sudah ada di Indonesia. Total peserta workshop e-Smart IKM sejak tahun 2017 hingga 2019 sudah mencapai 10.038 peserta.

“Kami melihat nilai penjualan dari program e-Smart IKM, paling banyak dari industri logam sebesar 39,95% kemudian disusul dengan sektor makanan dan minuman sebesar 36,14%. Memang dua sektor industri ini lebih besar dibanding industri-industri lainnya,” jelas Gati.

Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Kamis (10/10), dalam kesempatan itu Gati mengungkapkan, melalui e-Smart IKM Kemenperin melakukan cara pendekatan yang berbeda dalam upaya pengembangan IKM nasional. Sejak dicanangkannya program tersebut pada tahun 2017 pemerintah melakukan pembinaan IKM yang dimulai dari pasar, agar IKM tersebut mengetahui barang yang sedang laris atau diminati di pasaran.

“Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan IKM mampu terus berkembang karena membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” ujarnya.

Gati menambahkan, untuk mendorong IKM Goes Digital, Kemenperin juga turut membangun penguatan ekositem digital IKM melalui konektivitas dan ketersediaan informasi melalui platform SIIKMA.

“Pemerintah sangat butuh platform untuk berkomunikasi secara cepat dan massal dengan IKM, sehingga melalui platform SIIKMA kebutuhan itu akan terjawab,” terangnya.

Ia mejelaskan, dengan platform tersebut informasi-informasi mengenai IKM dapat diunggah langsung ke SIIKMA, sekaligus sebagai sebuah wadah diskusi bagi sesama plaku IKM.  Forum tersebut proyeksikan juga dapat menjadi wadah sosialisasi bagi 1.221 IKM, yang 168 di antaranya sudah mendaftar dan sudah melengkapi informasi perusahaannya.

“Pada intinya platform ini untuk memperoleh data dari IKM dan dapat diintegrasikan dengan SIINAS dan Online Single Submition (OSS),” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.