Selasa, 22 Oktober 19

Masyarakat Riau Petik Manfaat Ekonomi Langsung dari Festival Bakar Tongkang

Masyarakat Riau Petik Manfaat Ekonomi Langsung dari Festival Bakar Tongkang
* Tongkang (kapal) sebelum dbakar dalam  Festival Bakar Tongkang yang digelar di Kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, Rabu (19/6/2019). (Foto: Kemenpar)

Bagansiapiapi, Obsessionnews.com – Festival Bakar Tongkang yang digelar di Kota Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, Rabu (19/6/2019), menyedot perhatian wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Masyarakat Riau memetik manfaat ekonomi secara langsung dari festival bakar kapal yang berlangsung meriah tersebut.

Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, ritual Bakar Tongkang merupakan salah satu contoh suksesnya ritual budaya yang dimiliki Indonesia.

Festival Bakar Tongkang selalu mampu menarik wisatawan untuk datang. (Foto: Kemenpar)

“Festival ini selalu mampu menarik wisatawan untuk datang. Semakin banyak wisatawan datang, dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat. Begitu juga beragam atraksi pendukung yang disiapkan pemerintah Rohil dengan matang,” tutur Esthy seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenpar.

 

Baca juga:

Samosir Manjakan Wisatawan Lewat Horas Samosir Fiesta

Barong Ider Bumi Tarik Perhatian Wisatawan

Jaring Wisatawan Australia, AirAsia Buka Rute Baru Perth-Lombok

 

Ia juga mengatakan, peran sektor pariwisata sangat membantu menyejahterakan masyarakat di Riau melebihi pendapatan dari sektor lainnya seperti minyak dan gas.

“Di sinilah fungsi pariwisata. Pariwisata hadir untuk terus menyejahterakan masyarakat. Dari mulai penginapan, kuliner, jasa, hingga oleh-oleh. Bayangkan jika 1 wisatawan menghabiskan uang Rp500.000 perhari. Jika 75.000 wisatawan sudah berapa miliar uang beredar di Bagansiapiapi,” ujar Esthy.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Rohil mencatat kurang lebih 75 ribu wisatawan hadir dalam event yang masuk dalam kalender pariwisata nasional ini.

Para wisatawan kebanyakan datang dari warga Tiongkok, Taiwan, dan warga keturunan Tionghoa.

“Perputaran uang selama Bakar Tongkang sangat besar. Hotel-hotel penuh. Pedagang kuliner, pedagang perlengkapan berdoa, hingga para penarik becak semua kebanjiran rejeki,” kata Bupati Rohil Suyatno.

Puncak acara Festival Bakar Tongkang sendiri ketika kapal dibakar. Peserta begitu antusias untuk melihat arah tiang tongkang itu jatuh.

Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, arah jatuhnya tiang menunjukkan keselamatan dan peruntungan usaha. Di mana peruntungan tahun ini berada di laut berdasarkan jatuhnya tiang. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.