Minggu, 25 Agustus 19

Lokasi Penghitungan Real Count BPN Prabowo-Sandi Fiktif atau Fakta?

Lokasi Penghitungan Real Count BPN Prabowo-Sandi Fiktif atau Fakta?
* Lokasi penghitungan real count TKN Jokowi-Amin. (Foto pribadi Imam Brotoseno)

Jakarta, Obsessionnews.com – Saat kubu BPN Prabowo-Sandiaga terus menuding Pilpres 2019 penuh dengan kecurangan, pihak TKN Ma’ruf Amin terus mendesak BPN untuk menujukkan data dan lokasi tempat penghitungan real count yang memenangkan Prabowo-Sandi diangka 62%.

Sampai saat ini memang tidak ada kejelasan mengenai tempat diadakannya real count Prabowo-Sandi. Apakah fakta atau hanya fiktif belaka? Sebab yang menjadi dasar Prabowo melakukan deklarasi kemenangan tiga kali adalah keyakinan dirinya menang 62%, berdasarkan hasil real count internal.

 

Baca juga:

Mencari Bukti Klaim Kemenangan Prabowo

Komunikasi Melalui Handpone, Ini Isi Percakapan Luhut dengan Prabowo

Dapat 148 Suara di TPS Depok, di KPU Suara Prabowo Ditulis 3 Suara

 

Saat dikonfirmasi anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, mengatakan, lokasi rekapitulasi suara yang dilakukan tim BPN Prabowo-Sandi berpindah-pindah. Alasannya, menurut Fadli, BPN ingin menjaga keamanan tempat rekapitulasi.

“Ada di beberapa tempat, di Kertanegara ada, di DPP ada pengumpulan-pengumpulan C1 dan bukti-bukti. Salah satu alasannya security, karena itu berpindah-pindah,” kata Fadli saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Fadli mengatakan, BPN tak ingin mempublikasi lokasi penghitungan real count lantaran khawatir peretasan sistem. “Begitu Anda kasih tahu di mana langsung itu dihack, langsung itu diretas. Itu terjadi berkali-kali,” ujarnya.

“Kita gampang. Saya bisa kasih Anda kalau untuk kebutuhan foto, ada orang lagi kerja, itu banyak. Di beberapa tempat,” imbuhnya.

Selanjutnya, Fadli mengatakan, BPN akan membuka proses rekapitulasi suara pada waktu yang tepat. “Saya kira itu akan menjadi salah satu consideran kita karena kita sangat yakin bahwa Prabowo-Sandi menang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Andre Rosiade menyebutkan, pihaknya terus melakukan penghitungan real count internal pilpres 2019. Hanya saja, penghitungan suara itu sengaja dilakukan di lokasi yang menurutnya tak gampang diakses.

” Real count terus dilakukan oleh DPP PartaiGerindra dan BPN. Mengenai lokasi tentu kami tempatkan di lokasi yang aman dan tidak gampang diakses pihak yang tidak berkepentingan,” kata Andre kepada Kompas.com, Selasa (23/4/2019).

Berbeda dengan BPN, TKN Jokowi-Ma’ruf sudah memperkenalkan war room untuk memantau penghitungan hasil pemilu, Minggu (21/4/2019). War room ini bertempat di salah satu ruangan di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Wakil Ketua TKN Moeldoko mengatakan, keberadaan war room ini merupakan alat kontrol TKN terhadap penghitungan suara Pemilu 2019. “War room ini adalah alat kontrol kami,” kata Moeldoko dalam konferensi pers di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Ia menyebutkan, dengan adanya war room ini, jika ada sesuatu yang tidak selaras dalam penghitungan, TKN bisa mempertanyakan di mana letak ketidaksamaannya serta jika ada kemungkinan penyimpangan.

Sementara itu, Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy menjelaskan, dalam war room ini terdapat 250 personel yang akan bekerja selama 24 jam setiap hari dengan tiga shift.

Mereka melakukan rekapitulasi real count dari hasil verifikasi C1 dari TPS seluruh Indonesia. Hasil C1 diperoleh dari aplikasi yang dimiliki TKN, yakni JAMIN, sebuah aplikasi pelaporan saksi mulai dari TPS.

“Aplikasi ini memudahkan saksi untuk melaporkan hasil penghitungan suara serta foto C1 dari TPS,” kata Lukman Edy. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.