Sabtu, 29 Januari 22

Breaking News
  • No items

Lima Tahun Terakhir, Pertumbuhan Koperasi di Sumbar Cepat

Lima Tahun Terakhir, Pertumbuhan Koperasi di Sumbar Cepat

Padang, Obsessionnews- Pertumbuhan koperasi di Sumatera Barat (Sumbar) dalam lima tahun terakhir cukup membanggakan dengan total aset lebih dari Rp3 triliun. Meski terjadi peningkatan secara signifikan, terdapat 1.179 koperasi yang tidak aktif.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan pada tahun 2010 jumlah koperasi di Sumbar mencapai 3.595 unit dengan total aset senilai Rp1,9 Trilliun.

“Di tahun 2014 jumlah koperasi menjadi 3.807 unit dengan total aset Rp3,1 Trilliun,” ujar Irwan Prayitno usai membuka peringatan Hari Ulang Tahun Koperasi ke 68 tingkat Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran, Kamis (30/7).

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumbar akan melakukan pemetaan masalah dan pembinaan khusus bagi koperasi yang mati suri.

“Secara kuantitas memang bertambah, tapi yang kita mantapkan kualitas. Jumlah yang ada kita bedah, kita klasifikasikan, mana yang aktif mana dana yang tidak. Yang tidak aktif kita lihat apa permasalahannya, apakah karena manajemennya atau kurang modal. Nanti kita bina, kita tambah modalnya,” kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menjelaskan, koperasi sangat cocok diterapkan di Sumbar, mengingat sebagian besar masyarakat Sumbar merupakan pelaku usaha mikro kecil. Masyarakat juga bisa menjadi anggota koperasi, sehingga terbantu dalam keperluan menambah modal usaha, yang sebenarnya aliran dana dimaksud sebagian berasal dari iuran anggota.

“Kalau ada koperasi, segala kebutuhan anggota kan terpenuhi. Uangnya berputar disitu saja. Di akhir tahun pun anggota dapat pembagian sisa hasil usaha,” kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno mendorong Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat menggerakkan koperasi mengingat manfaatnya sangat besar bagi anggotanya. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.