Selasa, 26 Oktober 21

Lima Orang Tewas Diduga Akibat DBD

Lima Orang Tewas Diduga Akibat DBD

Bandung, Obsessionnews – Dinas Kesehatan kota Bandung tengah melakukan penelitian terhadap 5 warga kota Bandung yang meninggal diduga akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) .

Menurut Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Susatyo Triwilopo, Jumat (18/3/2016).

Susatyo menyebutkan pihaknya masih belum memberlakukan kejadian luar biasa, karena apakah korban tersebut kematiannya akibat DBD atau bukan.

Pada tahun lalu ada 7 orang yang meninggal akibat DBD, sementara dari 555 kasus tahun ini ada 5 meninggal, sehingga pihaknya juga menekankan agar dilakukan pemberantasan vektor atau sarang nyamuk atau 3 M plus, yaitu menutup, mengubur dan membersihkan sarang nyamuk serta menggunakan kelambu saat tidur.

Menurutnya banyaknya kasus tersebut akan bergantung kepada masyarakat, sehingga jangan membiarkan sarang nyamuk ada di setiap keluarga agar vektornya tidak menyebar kemana-mana.

Ia menjelaskan usia 5-14 dan 15-24 tahun 72 persennya sebagai pengidap DBD, artinya vektor menyerang usia produktif sehingga, harus ada upaya pemberantasan sarang nyamuk tidak saja di rumah tapi juga di tempat beaktifitas.

Menurut Susatyo, nyamuk Aedes bercirikan bintik putih pada badan dan kakinya, berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter, memiliki sifat khas menggigit pada waktu siang hari yaitu pagi dan sore, ketika istirahat biasanya ia hinggap di gantungan baju.

nyamuk DBD

Habitatnya pada air yang bersih seperti pada bak mandi, tempayan, tempat minum burung dan barang-barang bekas yang tergenang air.

“Kita terus melakukan pengobatan, penyuluhan dan sosialisasi terhadap bahaya DBD di masyarakat, puskesmas dan rumah sakit, namun apabila masyarakat tidak mengikuti arahan tersebut maka akan percuma, ” tandasnya.

DBD dengan sejumlah gejalanya menurut Susatyo harus ditangani oleh dokter, sehingga dengan sel darah yang bocor dan akhirnya mengeluarkan pendarahan, maka harus cepat dibawa ke rumah sakit.

Susatyo mengingatkan agar masyarakat makan makanan sehat, olahraga, makan buah-buahan serta menjaga lingkungan untuk tetap bersih, seperti membersihkan dispenser, pas bunga, dak yang datar, air yang tergenang di kulkas karena habitat nyamuk DBD berada di air bersih serta tidak menampung air, kecuali tertutup.

Gejalanya, timpal Susatyo demam tinggi mendadak 2-7 hari, terkadang demam bersifat bifasik (seperti pelana kuda), yakni panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi.

Selain itu, timpalnya ruam pada kulit, nyeri belakang mata sebagai manifestasi perdarahan, yang ditandai dengan bintik merah kehitaman pada kulit yang apabila kulit diregangkan warna tetap terlihat.

“Inilah ciri khas bintik kulit pada DBD karena bintik merah akibat penyakit lain atau gigitan nyamuk akan tidak terlihat jika kulit diregangkan,” katanya.

Selain itu, tuturnya mimisan (epistaksis), muntah darah (hematemesis), BAB berdarah biasanya berwarna hitam (melena).

Susatyo menjelaskan adapun abate, menurutnya digunakan bagi air yang tidak terjangkau untuk dilakukan pembersihan, namun tetap pembersihan sarang nyamuk menjadi prioritas. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.