Minggu, 26 Juni 22

Lepas dari Arsenal, di Usia 68 Tahun Wenger Banyak Tawaran

Lepas dari Arsenal, di Usia 68 Tahun Wenger Banyak Tawaran

Meski sudah berusia 69 tahun, Arsène Wenger ternyata banjir tawaran dari berbagai klub untuk menjadi manajer/pelatih sepak bola jelang dirinya akan segera mengundurkan diri dari Arsenal. Wenger lahir di Strasbourg, Perancis, 22 Oktober 1949 aalah mantan pemain sepak bola dan menjadi manajer Arsenal sejak tahun 1996.

Ia menjadi manajer terlama dan paling sukses dalam hal memenangkan gelar utama. Pakar sepak bola memberikan apresiasi kepada Wenger atas kontribusinya, karena telah merevolusi sepak bola di Inggris pada akhir 1990-an melalui pengenalan perubahan dalam pelatihan dan diet pemain.

Mantan wapres Arsenal Dein mengaku tidak terkejut dengan pengumuman mundur Wenger, karena mereka sudah membahas ini sejak musim lalu.

Arsene Wenger tidak akan kekurangan tawaran pekerjaan baru dan sudah bicara dengan klub-klub yang meminati servisnya, menurut mantan wakil presiden Arsenal David Dein kepada Sky Sports.

Wenger mengumumkan pada Jumat, akan meninggalkan the Gunners di akhir musim ini meski baru menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun musim panas lalu, dengan Arsenal berpotensi finish di posisi terburuk di Liga Primer sepanjang kepelatihannya.

“Ia tidak akan kekurangan penawaran. Saya secara personal dihubungi beberapa orang kemarin, bertanya untuk bicara dengannya,” ujar Dein. “Jadi, ia tidak akan kekurangan tawaran dari klub lain, jika ia ingin bekerja.

“Ia akan berusia 69 pada Oktober, namun tetap fit. Berat badannya sama seperti ketika saya bertemu dia, 75 kg. Ia menjaga badannya tetap fit. Ia memiliki pikiran yang sangat aktif, seperti pengetahuan pertandingan.

“Dan dalam beberapa tahun terakhir, dia didekati beberapa klub terbesar dunia, Real Madrid, Paris Saint-Germain, tim nasional Inggris menginginkan dia di satu waktu.”

Dein menambahkan, ia tidak terkejut dengan pengumuman mundur dan mengaku beberapa kali berdiskusi dengan Wenger soal kapan untuk meninggalkan klub.

“Waktunya telah tiba. Di akhir musim lalu saya berdiskusi dengannya, ‘Arsene, apa yang ingin Anda lakukan? Apa Anda akan bertahan? Apakah pergi?’ Ia belum memutuskannya,” lanjut Dein.

“Ia kemudian memutuskan bertahan [saat itu]. Saya merasa dalam beberapa pekan terakhir, ini menjadi lebih sulit untuknya, terutama dengan hasil yang diraih tim. Saya pikir, dari segi personal, tak mungkin ia bertahan setelah akhir musim ini.”

Arsene Wenger dan Granit Xhaka

Xhaka Ingin Persembahkan Trofi Liga Europa Untuk Wenger
Granit Xhaka bertekad menghadirkan trofi Liga Europa di perpisahan Arsenal dengan Arsene Wenger.
Gelandang andalan Arsenal Granit Xhaka ingin menghadiahi Arsene Wenger trofi Liga Europa di masa terakhirnya bersama The Gunners musim ini.

Seperti diketahui, pria Prancis itu telah memutuskan untuk berhenti membesut klub London Utara ketika musim 2017/18 rampung.

Dengan demikian, Wenger mengakhiri romantisme 22 tahunnya bersama kubu Emirates Stadium. Namun, di perpisahan The Proffesor nanti, tim berpeluang merengkuh gelar Liga Europa setelah melaju ke semi-final dan akan berhadapan dengan Atletico Madrid.

Xhaka berharap, Arsenal bisa mempersembahkan titel di kompetisi kasta kedua Eropa itu kepada Wenger sebelum sang manajer angkat kaki.

“Kami punya waktu satu bulan untuk bersama sekarang dan kami ingin memberinya sesuatu yang spesial bulan ini. Kami ingin menghadirkan trofi baginya, bagi kami dan juga fans,” tutur Xhaka kepada Sky Sports.

“Semua orang tahu apa yang telah dicapainya selama 22 tahun melatih Arsenal.”

“Kami tahu sebagai pemain, jika kami punya sejumlah hasil bagus maka tak seorang pun membicarakan tentang sang pelatih, tapi inilah sepakbola. Inilah kehidupan, kami harus menerima itu semua,” pungkasnya. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.