Rabu, 21 April 21

Kuatkan Demokrasi Indonesia, Syarief Hasan Sabet Penghargaan Tokoh Reformasi Parlemen

Kuatkan Demokrasi Indonesia, Syarief Hasan Sabet Penghargaan Tokoh Reformasi Parlemen
* Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan. (Foto: Tanto/OMG)

Jakarta, obsessionnews.comKinerja Syarief Hasan sebagai Wakil Ketua MPR RI tidak perlu diragukan lagi. Betapa tidak, baru-baru ini Syarief Hasan menerima penghargaan dari salah satu media di Indonesia, secara virtual pada Rabu (17/3/2021).

Yang lebih hebatnya, dua penghargaan berhasil disabet oleh Syarief Hasan sekaligus, yakni kategori Tokoh Reformasi Parlemen dan kategori Inspiring Journey dalam acara Teropong Parlemen Award.

Penghargaan Tokoh Reformasi Parlemen diberikan kepada Syarief Hasan dikarenakan kontribusinya dalam melakukan reformasi parlemen dan penguatan demokrasi di Indonesia.

Sedangkan penghargaan dalam kategori Inspiring Journey didapatkan berkat perjalanannya yang telah memberikan inspirasi kepada banyak orang, khususnya pemuda. Pengalamannya selama lebih dari satu dekade berada di Senayan yang dituliskan di dalam buku Nahkoda Menatap Laut telah menjadi inspirasi dari banyak anak muda di berbagai daerah.

Dengan begitu, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun menyampaikan terima kasih atas penghargaan dan apresiasi yang diberikan portal berita itu. Penghargaan ini menjadi wujud nyata apresiasi tulus dari masyarakat, khususnya jurnalis kepada politisi yang terus mengawal demokrasi dan reformasi parlemen di Indonesia.

Baca juga: Syarief Hasan Mengaku Beruntung Dibimbing SBY

Sebagai peraih penghargaan kategori Tokoh Reformasi Parlemen dan kategori Inspiring Journey, Syarief Hasan berkomitmen untuk terus berkontribusi kepada bangsa dan negara. Secara pribadi, dan kader Partai Demokrat serta atas nama Wakil Ketua MPR RI dia akan terus melakukan upaya maksimal kontributif bagi kemajuan bangsa dan negara. Selain itu juga dia akan terus memberikan inspirasi dan mendorong anak muda untuk dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Syarief Hasan menilai kunci dari kemajuan parlemen di Indonesia adalah kebebasan menyampaikan narasi perbaikan untuk negeri. Ia sejak awal percaya parlemen hadir sebagai sebuah ruang untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Syarief Hasan menegaskan bahwa penghargaan ini juga akan semakin mengokohkan posisi Partai Demokrat untuk selalu bersama rakyat. Tak hanya itu, Penghargaan kepada dirinya dan beberapa kader Partai Demokrat lain akan menjadi penyemangat Demokrat untuk terus menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia. Sebagaimana pesan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ‘Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit, selamatkan demokrasi Indonesia’.

Seperti diketahui, Syarief Hasan adalah seorang politisi Indonesia dari Partai Demokrat. Selain menjadi anggota DPR, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan, 17 Juni 1949 ini juga kerap melakukan diskusi dengan sejumlah koperasi dan UKM. Misalnya dialog yang dilaksanakan di Pusat Promosi Koperasi dan UKM Provinsi Sulut di Kairagi. Dialog tersebut membahas seputar bagaimana memajukan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di Indonesia khususnya di Sulut.

Kariernya di dunia politik cukup cemerlang. Syarief menjabat sebagai anggota DPR sejak masa jabatan 2004-2009. Lalu Syarief kembali berhasil menjadi anggota DPR RI 2009-2014 setelah memperoleh suara sebanyak 60.200 suara untuk daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat III.

Baca juga: Syarief Hasan Sebut Nama-nama yang Terlibat dalam Isu Kudeta AHY

Namun belum sempat ditunjuk akan ditaruh di komisi mana pun, karena Syarief terlanjur dipilih sebagai Menteri Koperas dan UKM (2009-2014). Kemudian Syarif kembali terpilih menjadi anggota DPR 2014-2019 dari dapil yang sama dengan perolehan 31.486 suara.

Tak hanya itu, saat menjabat sebagai anggota DPR sikap politiknya pun jelas. Salah satunya membahas Revisi UU Terorisme. Pada 15 Januari 2016, di Komisi I DPR, Syarief menyetujui usulan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, soal revisi Undang-Undang Terorisme.

Kala itu ia meyakini pembahasan revisi undang-undang tersebut akan secepatnya dilakukan oleh Komisi I. Gagasan tersebut merespons adanya peristiwa bom dan serangan teroris di kawasan Sarinah, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

Kejadian tersebut, sedikit banyak memberikan inspirasi agar revisi Undang-Undang Terorisme segera dilakukan. Ia pun meyakini bahwa revisi tersebut akan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat untuk dapat memberantas penyebaran terorisme di Tanah Air. Kata dia, apapun bentuk terorisme harus diberantas. Akan lebih bagus kalau di-cover Undang-Undang.

Tak sampai di situ, pada 31 Januari 2018, dalam Raker dengan Kementerian Luar Negeri Syarief memberi tanggapan bahwa ada beberapa hal yang mendapat masukan sedikit, pertama terkait anggaran. Syarief melihat pada dasarnya sudah cukup bagus, dan cukup dari sisi lain. Suami dari Inggrid Kansil ini melihat Kemenlu perlu diperkuat yang pertama adalah anggaran, karena kalau tidak diperkuat anggaran sangat sulit meningkatkan tanggung jawabnya.

Baca juga: Syarief Hasan: Ada Misteri di Balik Judul Buku “Nakhoda Menatap Laut”

Dia berpendapat ada negara-negara yang agak genit, sehingga perlu treatment khusus. Selain itu terkait Papua merdeka, Ia meminta agar isu tersebut tidak berkembang. Syarief meminta informasi dan penjelasan tentang konflik Indonesia – Cina yakni tentang daerah teritorial karena kabar yang Ia dengar, situasi di Laut Cina Selatan agak mereda.

Dia juga lantang menyuarakan soal penanganan Kejahatan Siber, BSSN, dan Hoax. Pada 28 Agustus 2017 dia mengimbau agar pembentukkan BSSN dan program Palapa Ring dapat dipercepat karena jika Palapa Ring dipercepat maka kontribusi ekonomi secara keseluruhan akan besar. Komitmen dari operator yang ingin membangun backbound dari 45 kabupaten tersebut penyelesaiannya dikerjakan tepat waktu.

Ia berpendapat sangatlah mengganggu jika menjadikan orang asing menjadi penasihat. Kemudian Ia mempertanyakan di manakah letak kedaulatan kita dalam mengelola sumber daya di dunia ini. Sjarif menjelaskan berapa kontribusi yang diluncurkan ICBC. Ia mengaku khawatir jika ekonomi tidak tumbuh akhirnya ada pengangkatan tenaga ahli dari negara maju dan kemudian kita tidak menghargai pakar ahli di Indonesia.

Menurutnya pengangkatan ahli luar negeri mendegradasikan kualitas negara. Selanjutnya Ia mengingatkan siapa lagi yang menghargai Indonesia kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang ingin menghargai ilmuwan kita kalau bukan kita sendiri. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.