Rabu, 12 Agustus 20

KPK Segera Periksa Hasto Kristiyanto

KPK Segera Periksa Hasto Kristiyanto
* Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto. (Foto: Twitter @66Hasto)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami lagi kasus dugaan suap yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024. Termasuk di antaranya Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.

 

Baca juga:

Hasto Kristiyanto: Hari Ini Kita Buktikan Suara Rakyat Datang Tanpa Upah

KPK Bantah Sadap Langsung Hasto Kristiyanto

Jadi Sekjen, Hasto Tak Minat Duduk di Kabinet

 

“Soal memanggil pihak-pihak terkait yang disebut, misalnya seperti Pak Hasto, ini kembali ke penyidikan. Tetapi mungkin tidak hanya Pak Hasto saja, tetapi kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan pengembangan perkara ini pasti juga ada panggilan-panggilan,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam.

Selain Hasto dan pihak terkait, menurut Lili, KPK juga akan mendalami sumber uang suap yang diberikan kepada Wahyu. “Sumber dana ini sedang didalami oleh teman-teman di penyidikan. Kemudian ada beberapa, misalnya pihak swasta itu kan menjadi sumber aliran juga, yang membawa dan mengantarkan,” tegas Lili.

 

Baca juga:

FOTO Wahyu Setiawan Berompi Tahanan

Diduga Terima Suap Rp 400 Juta, Komisioner KPU Wahyu Setiawan Jadi Tersangka

Wahyu Pernah Vokal Soal Korupsi

Terungkap! Komisioner KPU yang Terjaring OTT KPK Bernama Wahyu Setiawan

 

 

Pihak yang diduga pemberi suap yakni Harun Masiku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masih diperiksa KPK. “KPK meminta tersangka Harun Masiku segera menyerahkan diri ke KPK dan pada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif,” katanya.

Lili mengharapkan masyarakat dapat mengawal proses penanganan perkara ini. “Persekongkolan antara oknum penyelenggara pemilu dengan politisi dapat disebut sebagai pengkhianatan terhadap proses demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah dan biaya yang sangat mahal,” tukasnya.

Dalam perkara ini, KPK menduga Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina menerima suap dari Harun dan Saeful sebesar Rp 900 juta. Harun adalah caleg yang akan diloloskan oleh Wahyu, dan Saeful merupakan staf pribadi Hasto.

Uang suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR RI menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia pada Maret 2019 lalu.

Atas perbuatannya, Wahyu dan Agustiani Tio yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau Pasal 12 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Harun dan Saeful yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.