Selasa, 9 Agustus 22

Wahyu Pernah Vokal Soal Korupsi

Wahyu Pernah Vokal Soal Korupsi
* Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan. (Foto: Dok rri.co.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan (WS) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (8/1/2020). Wahyu ditangkap KPK lantaran diduga terlibat kasus suap.

 

Baca juga:

Terungkap! Komisioner KPU yang Terjaring OTT KPK Bernama Wahyu Setiawan

Diduga Terima Suap, Komisioner KPU Ditangkap KPK

 

Penangkapan Wahyu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. “Anggota KPU Pusat inisialnya WS,” ujar Nurul di Jakarta.

Tertangkapnya Wahyu oleh KPK memperjelas bahwa posisi dia tidak konsisten terhadap pernyataannya pada 2019 yang lalu tentang koruptor.

Pada saat itu, Pria kelahiran Banjarnegara 5 Desember 1973 ini cukup vokal mengenai mantan narapidana korupsi yang ingin mencalonkan diri dalam pilkada.

Momen itu terekam pada 5 November 2019 yang lalu. Saat itu, Mantan Ketua KPU Kabupaten Banjarnegara ini pernah melarang mantan narapidana kasus korupsi mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Saat itu dia menjelaskan, pelarangan tersebut dituangkan dalam Peraturan KPU (PKPU) tentang pencalonan Pilkada 2020.

“Ya, berdasarkan putusan rapat pleno KPU. KPU tetap akan mencantumkan dalam norma PKPU bahwa calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah itu harus memenuhi syarat. Salah satu syaratnya adalah bukan mantan narapidana korupsi,” ujar Wahyu di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

Dia menuturkan, seorang pezina, pemabuk, dan pejudi saja tidak diperbolehkan maju sebagai calon kepala daerah (cakada). Apalagi, mantan napi kasus korupsi yang dianggap memiliki daya rusak sosial tinggi.

Kegigihan itu, lanjut Wahyu, lantaran KPU menginginkan Pilkada menghasilkan kepala daerah yang memiliki rekam jejak baik dalam kariernya.

Sebab tanpa ada aturan tersebut, kata dia, KPU yakin masyarakat belum mampu memilih calon kepala daerah yang terbaik. Pasti ada saja yang memilih calon dengan latar belakang pernah tersandung kasus korupsi.

Berdasarkan pernyataan Wahyu di atas, jelas terlihat dia cukup vokal melarang mantan koruptor untuk mengikuti Pilkada 2020. Namun, kini Wahyu harus berurusan dengan KPK soal dugaan kasus suap. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.