Jumat, 22 Oktober 21

Kompetisi ISL 2015 Disepakati 5 April

Kompetisi ISL 2015 Disepakati 5 April

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), BOPI, PSSI dan PT Liga sepakat untuk menggelar kick off Indonesia Super League (ISL) 2015 pada 5 April mendatang dengan catatan harus melengkapi dokumen yang dipersyaratkan tetap dipenuhi sebelum kick off tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) dan Kemenpora saat melakukan jumpa pres mendadak di Kantor Kemenpora kemarin, Senin (23/2/2015). Acara tersebut dimoderatori oleh Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, dan dihadiri oleh Pengurus BOPI (Noor Amman, Heru Nugroho dan Iman Santoso) dan Pengurus PSSI (Joko Driyono, Jamal Azis dan Hinca Panjaitan).

Adapun beberapa hal penting yang perlu dijelaskan, yakni :

1.   Rencana PT Liga Indonesia untuk mengadakan kick off kompetisi ISL 2015 pada tanggal 5 April 2015 dapat diterima dengan SYARAT SELURUH DOKUMEN YANG DIPERSYARATKAN TETAP HARUS DIPENUHI SEBELUM KICK OFF TERSEBUT. Kalimat ini sangat jelas disampaikan oleh Kemenpora, dengan kata lain SAMA SEKALI TIDAK ADA PEMUTIHAN ATAS SELURUH DOKUMEN YANG DIPERSYARATKAN.

2.   Bahwasanya sebelum tanggal 4 April 2015, kompetisi ISL 2015 akan mulai digulirkan, itu dimungkinan TETAPI SEJAUH PERSYARATANNYA DIPENUHI.

3.   Sesuai keputusan BOPI pada tanggal 18 Pebruari 2015, penundaan adalah sampai dengan tanggal 4 Maret 2015 dan itupun tetap dengan syarat tergantung pemenuhan kewajiban yang telah ditetapkan pada PT Liga Indonesia.

4.   Bahwasanya rencana mundurnya kompetisi ISL 2015 mulai 4 April 2015 adalah menurut PSSI dan PT Liga Indonesia karena untuk persiapan PSSI untuk berbagai event internasional dan juga secara bersamaan untuk memenuhi persyaratan yang dituntut BOPI (karena mengaku tidak bisa dipenuhi dalam waktu dekat) itu adalah urusan dan sepenuhnya tanggung-jawab PSSI dan PT Liga Indonesia.

5.   Kemenpora dan BOPI TIDAK MERASA MELUNAK SIKAPNYA, karena jika melunak, mungkin setiap saat sebelum tanggal 4 Maret 2015 kick off itu bisa dilakukan. Sekali lagi ditegaskan bahwa KEMENPORA DAN BOPI TETAP FIRM PADA SIKAPNYA SEMULA.

6.   Apapun resiko dan dampak muti dimensional akibat penundaan hingga tanggal 4 April 2015 bukan tanggung jawab Kemenpora dan BOPI, tetapi sepenuhnya tanggung-jawab PSSI dan PT Liga Indonesia jika sewaktu-waktu ada yang mengeluh dan mempertanyakan.

7.   Kemenpora meminta PSSI dan PT Liga Indonesia untuk tetap mematuhi pemenuhan kewajiban dalam melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan secara lengkap. Sebaliknya, Kemenpora juga meminta BOPI untuk lebih pro aktif mengingatkan dan mensupervisi jika masih ada sejumlah kekurangannya.

8.   Kemenpora tidak mengurungkan niat untuk berkirim surat kepada Pimpinan FIFA dengan menjelaskan berbagai persoalannya secara lengkap (tanpa ada yang ditutup-tutupi) dengan tujuan agar FIFA mengetahui permasalahannya secara obyektif. Surat tersebut akan dikirimkan paling lambat akhir minggu ini.

9.   Kesepakatan BOPI dan PSSI secara bersyarat tersebut dibuat secara proporsional dan tidak karena adanya tekanan dari siapapun juga.

10.  Namun demikian, masyarakat tetap diberi kesempatan untuk tetap mengkritisi dan mengawal kepatuhan dan keseriusan PSSI dan PT Liga Indonesia dalam memenuhi persyaratan-persyaratan yang dituntut BOPI. Sebaliknya, terhadap BOPI pun wajib dikritisi seandainya ada hal-hal yang dianggap merupakan pelanggaran atas komitmennya untuk menegakkan peraturannya. (Herdianto)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.