Senin, 17 Juni 19

Kiai Ma’ruf Amin yang Dulu Seorang Guru Majelis Taklim

Kiai Ma’ruf Amin yang Dulu Seorang Guru Majelis Taklim
* KH Ma'ruf Amin melakukan simulasi pencoblosan dalam acara Majelis Taklim Bersholawat di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2019). (Foto: Timses)

Jakarta, Obsessionnews.com – KH Ma’ruf Amin dikenal sebagai seorang ulama yang berasal dari Banten. Sejak kecil dia sudah tekun belajar agama hingga menjadi seorang guru majelis  taklim di tempat asalnya tersebut.

 

Baca juga:

Kiai Ma’ruf Amin Janjikan Indonesia Maju

Hasto Yakinkan Jokowi-Ma’ruf Amin Siap Hadapi Debat Kelima

TKN Tanggapi Kabar Ma’ruf Amin Masuk Rumah Sakit

 

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 itu mengaku pernah menjadi guru majelis taklim dalam menyiarkan agama Islam di Indonesia. Karena itu, menurut dia, dirinya maju sebagai Cawapres juga mewakili majelis taklim.

“Saya ini dulu guru majelis taklim yang mengajar dari majelis ke majelis. Jadi kalau saya sekarang menjadi cawapres, berarti yang menjadi cawapres sekarang adalah ustaznya majelis taklim-majelis taklim,” ujar Kiai Ma’ruf saat menyampaikan pidato politik dalam acara Majelis Taklim Bersholawat di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendoakan agar kedepannya ada lagi anggota majelis taklim yang tidak hanya bisa menjadi Calon Wakil Presiden, tapi juga menjadi Presiden Indonesia. 

“Mudah-mudahan besok ada lagi dari majelis taklim yang bukan hanya cawapres, tapi menjadi presiden,” ucap mantan Rais Aam PBNU ini.

Kiai Ma’ruf pun menjelaskan alasannya mau mandampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Menurut dia, dirinya mau maju bersama Jokowi untuk menghormati keinginan para ulama dan untuk membangun Indonesia lebih sejahtera.

“Saya merasa ini penghormatan kepada ulama,” kata kiai Ma’ruf. 

Di akhir acara, Kiai Ma’ruf tak lupa mengajak puluhan ribu jamaah majelis yang hadir untuk mencoblos pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf pada 17 April mendatang. Bahkan, Kiai Ma’ruf juga menjelaskan cara-cara mencoblos dengan menggunakan surat suara berukuran besar. 

Dalam acara tersebut, kiai Ma’ruf mengingatkan untuk senantiasa menjaga persatuan menjelang pemilihan presiden 2019. Kepada suami-istri yang berbeda pilihan, Ma’ruf mengimbau untuk menjaga keutuhan rumah tangga mereka. 

“Jangan sampai ada pilihan yang berbeda, suami-istri bercerai. Ada sampai suruh cerai, kebangetan,” imbuh Ma’ruf. 

Dia mengatakan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin ingin menang dengan cara yang damai. Selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan, bukan kemenangan yang menimbulkan perpecahan. 

“Nanti kita memang ingin menang tapi jangan sampai mengorbankan persatuan, keutuhan, persaudaraan, ukhuwah,” kata Ma’ruf. 

Berbeda pilihan jangan sampai memutuskan tali persaudaraan. Menurut Ma’ruf, keutuhan bangsa akan menjadi prioritas utama apabila memenangkan pilpres 2019. 

“Saudara bertengkar, kita tidak ingin. Pak Jokowi dengan saya ingin memang, tapi keutuhan bangsa harus kita perhatikan,” kata dia. 

Cawapres 01 itu kembali mengingatkan bahwa pemilihan presiden bukanlah sebuah perang. Ma’ruf mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. 

“Harus kita jaga karena memang pilpres itu bukan perang. Jangan mau kita diprovokasi sepertinya pilpres itu perang. Bahkan ada yang bilang Perang Badar,” kata dia. 

Pasangan capres petahana itu juga mengimbau hadirin agar menyatukan suara untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. “Mau dukung Pak Jokowi dengan saya? (Mau) Jakin? Pasti? Janji? Alhamdulillah,” kata Ma’ruf. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.