Selasa, 10 Desember 19

Ketua Komisi I DPR Kutuk Pembantaian terhadap TNI-Polri di Papua!

Ketua Komisi I DPR Kutuk Pembantaian terhadap TNI-Polri di Papua!
* Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tindakan gerakan separatis bersenjata (GSB) yang menunggangi aksi massa di Deiyai, Papua, Rabu (28/6/2019), menyebabkan seorang anggota TNI gugur dan enam anggota TNIPolri  terluka akibat panah dan bacokan saat bertugas di sana.

 

Baca juga:

Panglima di Papua: TNI Tak Beri Toleran Bagi Pelaku Rasis

Belum ada Kejelasan Sampai Kapan Layanan Internet di Papua Dibatasai

Panglima TNI Tatap Muka dengan Tokoh-tokoh Papua

 

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengaku prihatin dan mengutuk aksi biadab GSB tersebut.

“Saya sebagai Ketua Komisi I DPR RI  menyatakan bela sungkawa kepada semua  keluarga prajurit TNI dan keliarga anggota Polri yang gugur dan terluka. Saya  meminta penegakan hukum dan kejar semua pelaku, dalang dan aktor intelektual. Jangan ada sejengkal pun tanah Indonesia yang di bawah kendali GSB dan melakukan kekejian terhadap prajurit dan rakyat  Indonesia,” kata Kharis dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (28/8).

Menurut anggota Fraksi PKS DPR ini, TNI-Polri dan BIN tentu sudah mempunyai data dan infomasi intelijen terkait kasus tersebut, sehingga diyakini dapat menganalisis situasi dan kondisi di lapangan untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan lain yang diperlukan. Tentu dengan kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak.

“Ini bukan lagi soal kelompok kriminal, ini mencederai kedaulatan NKRI. Setiap jengkal tanah Republik ini harus aman dari setiap rongrongan kelompok macam ini Pemerintah harus jadikan krisis Papua ini sebagai prioritas yang harus segera ditangani. Ini sudah mendesak sebelum jatuh korban yang semakin banyak lagi. Masalah-masalah lain juga penting, tapi tidak mendesak, hendaknya jangan hanya sibuk berkutat di situ saja. Bila kita gagal menangani krisis Papua bisa jadi akan membawa negara kita ke arah perpecahan dan disintegrasi yang merembet di mana-mana,” tegas Kharis.

Anggota DPR asal Solo, Jawa Tengah, ini juga menyatakan keberingasan GSB ini juga harusnya membuka mata dunia agar proporsional melihat masalah di Papua. Jangan sampai kita menyia-nyiakan pengorbanan nyawa, darah, keringat dan air mata yang sejak berpuluh puluh tahun lamanya tumpah di sana, terutama pengorbanan para pahlawan yang berguguran merebut dan mempertahankan kedaulatan kita di Papua.

“Bagaimana beringasnya kelompok GSB menunggangi demonstrasi dan merebut senjata jelas tujuan mereka merongrong keamanan dan membuat kekacauan. SOP sudah dijalankan TNI-Polri dalam menangani demonstrasi,  dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih objektif. Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib di hormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi dalam masalah dalam negeri Indonesia,” pungkasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.