Sabtu, 24 Agustus 19

Ketua DPR: Pemilu Serentak Harus Segara Diakhiri

Ketua DPR: Pemilu Serentak Harus Segara Diakhiri
* Ketua DPR Bambang Soesatyo. (Foto: Sutanto/OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan rasa bela sungkawa terhadap keluarga para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)  yang meninggal karena kelelahan menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu. Ia tidak menyangka sebelumnya pemilu serentak itu akan banyak memakan korban.

 

Baca juga:

DPR akan Revisi UU Pemilu

KPU Tak Pernah Biarkan Kecurangan Terjadi di TPS Pemilu 2019

Pemilu Dibalas Nyawa, Kenapa Tak Ada Tim Dokter yang Menjaga?

 

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, kita semua turut berduka atas meninggalnya ratusan para penyelenggara pemilu yang sudah bekerja secara maksimal, demi menghasilkan pesta demokrasi yang jujur dan adil. Kita mendoakan kebaikan untuk mereka,” ujar Bambang, Jumat (26/4/2019).

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini menilai tidak sesusai dengan harapan yang diinginkan karena banyaknya korban yang berjatuhan. Atas dasar itu, mau tidak mau ia meminta sistem pemilu serentak harus segera diakhiri.

“Penyelenggaraan pilpres dan pileg secara serentak, sistem penghitungan suara dan sistem rekapitulasi suara manual yang melelahkan, waktu kampanye yang panjang dan penggunaan paku untuk mencoblos yang sangat primitif di zaman teknologi canggih era digital 4.0 harus segera dievaluasi dan diubah,” katanya.

Ia  mendorong pemerintah, KPU dan DPR untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 dan mengkaji Undang-Undang Pemilu yang ada. Bukan hanya sekadar e-counting atau e-rekap sebagaimana yang diusulkan KPU.

“Tapi perubahan secara menyeluruh, yaitu dengan menerapkan sistem e-voting yang bisa dimulai uji cobanya pada pilkada serentak mendatang karena dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah,” tandasnya.

Bambang prihatin korban yang meninggal terus bertambah. Tidak saja dari KPPS tapi juga dari Panwas dan aparat keamanan. Untuk itu ada beberapa langkah yang harus segera dilakukan. Terutama agar korban tidak semakin meluas.

“Pertama, kami di DPR melalui Komisi II DPR mengajak pemerintah dan KPU untuk secara bersama-sama pasca reses nanti melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2019, serta mengkaji Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, terutama terhadap perlunya untuk segera diterapkan sistem pemilu yang murah, efisien dan tidak rumit serta tidak memakan banyak korban, baik terhadap penyelenggara pemilu, pengawas maupun pihak keamanan,” kata Bamsoet.

Sebab menurutnya, bukan hanya sekedar e-counting atau e-rekap. Tapi e-voting yang dapat menghemat tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah. Karena melalui sistem e-voting, tidak diperlukan lagi jumlah panitia penyelenggara, pengawas, saksi maupun keamanan yang banyak.

“Termasuk tidak dibutuhkan lagi pengadaan bilik suara, kotak suara, surat suara dan tinta. Sehingga melalui e-voting penyelenggaraan pemilu diharapkan bisa lebih mempermudah dan mempercepat proses perhitungan dan rekapitulasi suara sehingga bisa meminimalisasi jatuhnya korban.

“Untuk itu usai penetapan hasil pemilu pada 22 Mei mendatang, saya mendorong KPU untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana, dan melakukan kajian secara matang terhadap rencana pelaksanaan pilkada dan pemilu jika menggunakan sistem e-voting, agar dapat menjamin asas jujur, adil dan rahasia tetap terjamin, kelancaran, keamanan, dan ketertiban pada pelaksanaan pilkada dan pemilu mendatang, serta selalu mengedepankan prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan independen,” kata dia.

Bambang juga akan meminta Mahkamah Konstitusi memahami dampak dari keputusan pilpres dan pileg serentak yang telah memakan banyak korban anak-anak bangsa serta mendorong fraksi-fraksi yang ada di DPR sebagai perpanjangan tangan partai politik yang ada, untuk mengembalikan lagi penyelenggaraan pilpres dan pileg seperti pemilu yang lalu.

“Yakni sistem pemilu terpisah antara Pilpres dan Pileg (DPR RI, DPD dan DPRD) dengan masa kampanye maksimal 3 bulan agar energi bangsa ini tidak hanya habis terkuras di pusaran kompetisi pemilu,” kata Bamsoet. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.