Kamis, 23 September 21

Ketimbang Ribut, Jokowi Persilakan Kader Partai Masuk Tim Transisi

Ketimbang Ribut, Jokowi Persilakan Kader Partai Masuk Tim Transisi

Jakarta – Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sudah membuat tim transisi ‎untuk mempersiapkan hal yang strategis yang berkaitan dengan perencanaan pemerintahan 2015‎. Namun, dengan dibentuknya tim transisi itu Jokowi-JK mendapatkan protes dari kader partai politik koalisinya.

‎Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang siapa pun kader yang ingin masuk dalam tim transisi. Ia berharap sudah tidak ada lagi keributan dari para kader partai yang mempersoalkan adanya tim transisi. “Masuk saja, partisipasi. Kita mau masukin berapa pun di situ, ada ruangnya kok,” ujar Jokowi di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Jawaban mantan Wali Kota Solo ini terlihat diplomatis. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pembentukan tim transisi tidak dilakukan secara diam-diam. Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan semua pihak, sehingga ia merasa tidak ada lagi yang dikecewakan.

Menurutnya, ia bersama JK sudah mempunyai pertimbangan yang matang untuk membentuk tim transisi bersama dengan ketua dan anggotanya. Kata Jokowi, orang yang terpilih menjadi bagian dari tim transisi adalah orang yang melakukan seleksi dan juga dianggap berkompeten.

“Tapi kan di situ ada seleksi juga masuknya. Bukannya tiba-tiba masuk. Jadi yang saat ini sudah sesuai kompetensi,” lanjut Jokowi.

Diketahui, sebelumnya sempat terjadi perselisihan antara partai koalisi pendukung Jokowi-JK. Pasalnya, dalam membentuk tim transisi Jokowi tidak melibatkan semua partai pendukungnya. Jokowi juga disebut tidak melakukan komunikasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang terkait.

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana mengaku tidak mempersoalkan partai tidak masuk dalam tim transisi. Namun, ia juga tidak menampik ada kadernya yang mempersoalkan kebijakan Jokowi.

Jokowi hanya menunjuk lima orang tim, mantan Menteri Perindustrian dan perdagangan Rini Soemarno sebagai ketua tim, dibantu dengan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, politisi Partai Nasdem Akbar Faizal,  Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan Andi Widjajanto.‎ Perwakilan dari partai Hanura, PKB dan PKPI tidak dimasukan oleh Jokowi. (Abn)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.