Jumat, 3 Februari 23

Kemenparekraf Kolaborasi dengan BEI Ajak Pelaku Parekraf Tangsel ‘Go Public’

Kemenparekraf Kolaborasi dengan BEI Ajak Pelaku Parekraf Tangsel ‘Go Public’
* Acara “Coaching Clinic KreatIPO” di She La Vie di Alam Sutera, Tangerang, Banten (1/9/2022). (Foto: Kemenparekraf)

Obsessionnews.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Kota Tangerang, Banten, go public dengan mencatatkan sahamnya di bursa efek agar mendapatkan pembiayaan melalui skema Initial Public Offering (IPO).

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemneparekraf/Baparekraf Henky Manurung menjelaskan, saat ini pasar modal dibanjiri jutaan investor ritel. Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor ritel pasar modal telah menembus 8,62 juta investor per April 2022. Jumlah ini naik 15,11 persen dibandingkan akhir Desember 2021 (year-to-date/ytd) atau sebanyak 7,48 juta investor.

Baca juga: Kemenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas Karya Sineas Film Dokumenter lewat Docs By The Sea 2022

“Potensi dan peluang yang begitu besar dari pasar modal ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi para pelaku usaha parekraf untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia melakukan penawaran umum perdana saham atau yang lebih dikenal dengan nama Initial Public Offering (IPO),” ujar Henky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/9/2022).

Oleh Karena itu Kemenparekraf bekerja sama dengan BEI/IDX melalui program KreatIPO menyelenggarakan kegiatan dalam bentuk Coaching Clinic yang bertujuan mengukur dan mengidentifikasi kesiapan pelaku usaha/perusahaan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk go public atau melakukan IPO.

“Kegiatan ini akan berfokus pada pemberian materi tentang prasyarat keadaan perusahaan saat ini jika ingin go public. Keadaan perusahaan itu akan dinilai berdasarkan 4 topik atau aspek utama yaitu Aspek Hukum dan Legalitas Usaha, Aspek Keuangan Perusahaan, Underwriter, dan Regulasi untuk IPO,” katanya.

Baca juga: Kemenparekraf dan Surplus Indonesia Kerja Sama Luncurkan Program Sustainable Food Tourism

Kegiatan Coaching Clinic KreatIPO di Kota Tangerang Selatan dihadiri oleh 60 peserta yang hadir secara offline yang terdiri dari binaan Kemenparekraf dan binaan BEI.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Akses Pembiayaan Kemneparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf bersama BEI berinisiatif untuk membuat suatu rangkaian yang mendorong dan mengakselerasi pelaku usaha parekraf untuk masuk ke pasar modal. Diawali dengan meningkatkan awareness pasar modal melalui kegiatan Bincang Pasar Modal yang di tahun 2022 telah dilaksanakan di empat kota, yaitu Bogor, Tangerang, Malang, dan Balikpapan.

“Harapannya dengan mengikuti kegiatan ini pelaku usaha yang baru dan masih berkembang setelah kegiatan ini memiliki point of view yang baru tentang bagaimana mengelola usaha yang baik sesuai dengan standar perusahaan yang sudah go public,” ujarnya.

Baca juga: Kemenparekraf Fasilitasi 13 Perusahaan Game yang Wakili Indonesia di Ajang Gamescom 2022

Sedangkan, kata Hanifah, untuk pelaku usaha yang sudah memiliki dasar-dasar yang baik ke dalam empat aspek tersebut, hal ini dapat menjadi peluang dan kesempatan awal yang baik untuk menuju langkah go public sehingga nantinya dapat meningkatkan kapasitas dan skala usahanya dengan menghimpun dana dari pasar modal.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini sudah banyak pelaku parekraf yang masuk pasar modal. Terakhir yang cukup ramai yaitu Kebab Baba Rafi. Silakan bapak ibu bertanya kepada narasumber yang kita hadirkan untuk mengembangkan usahanya agar bisa IPO dan mudah-mudahan tahun depan juga sudah bisa IPO,” katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.