Kamis, 6 Oktober 22

Jurnal UIN Ar-Raniry Aceh Berhasil Tembus Scopus

Jurnal UIN Ar-Raniry Aceh Berhasil Tembus Scopus
* Jurnal Ilmiah Islam Futura (JIIF) UIN Ar-Raniry. (Foto: kemenag.go.id)

Obsessionnews.com – Tentu menjadi kebanggaan apabila jurnal yang diterbitkan perguruan tinggi terindeks Scopus, salah satu indeks jurnal terpercaya tingkat dunia. Hal ini dialami jurnal-jurnal yang diterbitkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Satu demi satu jurnal terbitan PTKIN terindeks Scopus. Per 7 Agustus 2022 giliran Jurnal Ilmiah Islam Futura (JIIF) terbitan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Aceh yang berhasil menembus Scopus.

 

Baca juga:

Jurnal ‘Psikohumaniora’ Tembus Scopus, Pengelolanya Mengaku ‘Shock’

Luar Biasa! Jurnal ‘Al-Ihkam’ IAIN Madura Tembus Scopus

Membanggakan! Jurnal IAIMNU Metro Binaan Kemenag Terindeks Scopus

 

 

JIIF selama ini fokus pada penerbitan artikel yang berkenaan dengan ilmu-ilmu keislaman di Aceh dan Samudera Hindia.

“Tentu ini merupakan hasil jerih payah, kolaborasi dan ketekunan semua pihak, baik pimpinan kampus UIN Aceh maupun para pengeloa Jurnal Ilmiah Islam Futura, yang luar biasa. Untuk itu saya sampaikan selamat dan terima kasih yang tulus,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, seperti dikutip dari situs resmi Kemenag,Senin (8/8/2022).

Pria yang akrab disapa Kang Dhani ini mengibaratkan jurnal dan riset seperti permainan bola, dan capaian kualitas jurnal adalah golnya. Hasil-hasil riset yang bagus akan dipublikasikan pada jurnal yang bagus pula. Jika jurnalnya berkualitas, artinya hasil riset yang dipublikasikan juga bagus.

“Maka seberapa banyak artikel yang terpublikasi dan seberapa banyak peraihan jurnal internasional bereputasi itu merupakan cetakan angka gol yang diraihnya,” tutur Guru Besar UIN Bandung ini.

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Amien Suyitno melihat capaian yang diraih merupakan jerih payah dari konsistensi dan sejumlah program afirmasi Diktis. Di awal pandemi Diktis terus mengintensifkan bimbingan dan pendampingan bagi para pengelola jurnal agar mampu meraih prestasi menjadi jurnal internasional bereputasi.

“Hari ini kita mulai memanennya, dan itu diharapkan berimplikasi pada semakin besarnya kontribusi PTKI untuk dunia,” ujar Amien.

Guru Besar UIN Palembang ini bersyukur, karena capaian jurnal internasional bereputasi di lingkungan Kemenag cukup cepat. Dalam beberapa bulan terakhir, hampir setiap satu atau dua minggu ada jurnal yang terindeks di Scopus.

Tanggal 20 Juli 2022 misalnya Jurnal Ulumuna UIN Mataram terindeks scopus. Sepekan kemudian,  27 Juli, giliran Jurnal Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Sebelas hari kemudian, tepatnya 7 Agustus,  JIIF UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga bertengger pada Scopus.

“Semua jurnal yang terindeks Scopus, dengan sendirinya meraih Sinta 1 dan masuk dalam jurnal internasional bereputasi,” terangnya.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Mujiburrahman bersyukur atas capaian ini. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada tim JIIF karena sudah bekerja keras mengharumkan nama kampus.

“Rektor beserta seluruh unsur pimpinan UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyampaikan selamat dan penghargaan yang tinggi kepada Pak Anton Widyanto dan seluruh tim pengelola Jurnal Ilmiah Islam Futura, yang telah bekerja keras dan cerdas sehingga Jurnal Ilmiah Islam Futura mencapai predikat tinggi terindeks Scopus. Dan, saya melihat jurnal Futura ini menjadi salah satu motor penggerak Rumah Jurnal UIN Ar-Raniry,” ucap Mujiburrahman.

UIN Ar-Raniry Banda Aceh kini memiliki dua jurnal internasional bereputasi, yakni Jurnal Samarah dan Jurnal Ilmiah Islam Futura. Selain itu ada 27 jurnal lain yang terakreditasi nasional.

“Hingga saat ini total jurnal yang terakreditasi pada Sinta Kemendikbudristek di lingkungan UIN Ar-Raniry berjumlah 29 jurnal, yakni Sinta 1 sampai Sinta 5. Jumlah ini masih akan bertambah mengingat beberapa jurnal di lingkungan UIN Ar-Raniry sedang dalam masa pengajuan dan penilaian akreditasi,” ungkapnya.

Koordinator Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi menuturkan, kontribusi akademik stakeholder PTKI melalui riset dan jurnal internasional terus meningkat. Kerja-kerja strategis selama ini mulai  membuahkan hasil.

“Melalui riset dan publikasi jurnal ini, kita semakin menguatkan atas capaian jumlah dosen untuk meraih jabatan akademik guru besar. Sebab, aspek riset dan publikasi inilah yang seringkali oleh sebagian dosen belum memenuhinya,” ujar Suwendi.

Menurutnya, dengan terindeksnya JIIF di Scopus, sudah ada 15 jurnal PTKI yang masuk kategori status jurnal internasional bereputasi dan terakreditasi pada Sinta-1, yaitu:

[1] Journal of Indonesian Islam (JIIs), UIN Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur;
[2] Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), IAIN Salatiga Jawa Tengah;
[3] Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), IAIN Kudus, Jawa Tengah;
[4] Al Jami’ah, UIN Sunan Kalijaga Daerah Istimewa Yogyakarta;
[5] Studia Islamika, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;

[6] Journal of Islamic Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur;
[7] Jurnal Al-Ahkam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;
[8] Jurnal Samarah UIN Ar-Raniri Banda Aceh;
[9] Islam Guidance and Counseling Journal IAIM-NU (Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama) Metro Lampung;
[10] Al-Ihkam, IAIN Madura, Jawa Timur;

[11] Jurnal Psikohumaniora, UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah;
[12] Jurnal Ilmiah Syariah (JURIS), UIN Mahmud Yunus, Batusangkar, Sumatera Barat;
[13] Ulumuna: Journal of Islamic Studies, UIN Mataram, Nusa Tenggara Barat;
[14] Jurnal Pendidikan Islam, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung; dan
[15] Jurnal Ilmiah Jurnal Ilmiah Islam Futura (JIIF, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Ketua Redaksi Jurnal Ilmiah Islam Futura, Anton Widyanto, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan. Dia mengatakan bahwa pencapaian ini bukan hal yang instan karena butuh perjuangan bertahun-tahun dan kerja keras.

“Alhamdulillah akhirnya JIIF bisa terindeks Scopus. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kami, terutama Rektor UINAR, ICAIOS dan Diktis Kemenag RI. Ke depan tentu kami harus berjuang lebih keras lagi untuk menjaga mutu JIIF,” jelas Anton yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, LP2M UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dia berharap keberhasilan JIIF ini ke depan dapat berkontribusi pada peningkatan akreditasi institusi UIN Ar-Raniry menuju World Class University. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.