Kamis, 8 Desember 22

Jurnal ‘Psikohumaniora’ Tembus Scopus, Pengelolanya Mengaku ‘Shock’

Jurnal ‘Psikohumaniora’ Tembus Scopus, Pengelolanya Mengaku ‘Shock’
* Jurnal ;Psikohumaniora' terindeks Scopus. (Foto: kemenag.go.id)

Jakarta, obsessionnews.com –  Jurnal Psikohumaniora yang diterbitkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang,  Jawa Tengah, berhasil menembus Scopus, pangkalan data jurnal bereputasi internasional.  Dan dengan sendirinya bertendeng terakreditasi Sinta 1. Jurnal yang berdiri sejak akhir 2016 ini terakrediitasi Sinta 3 tahun 2017. Dua tahun kemudian (2019), jurnal ini masuk akreditasi Sinta 2.

 

Baca juga:

Luar Biasa! Jurnal ‘Al-Ihkam’ IAIN Madura Tembus Scopus

Membanggakan! Jurnal IAIMNU Metro Binaan Kemenag Terindeks Scopus

 

 

Maret 2022 Jurnal Psikohumaniora terindeks di Scopus. Psikohumaniora menjadi satu-satunya jurnal psikologi di Indonesia yang bereputasi internasional dan itu merupakan binaan Kementerian Agama (Kemenag).

Scopus adalah layanan indeksasi dan penyedia database jurnal terbesar saat ini. Layanan Scopus tersebut berada di bawah naungan Elsevier, sebuah organisasi atau perusahaan penerbit publikasi ilmiah internasional yang kini berbasis di Amsterdam, Belanda yang berdiri sejak 1880.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi capaian ini.

“Kami patut bersyukur dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan UIN Walisongo dan pengelola Jurnal Psikohumaniora hingga tembus Scopus,” kata Ramdhani, dikutip dari situs resmi Kemenag, Selasa (22/3/2022).

Ia menambahkan, pencapaian ini adalah hal yang membanggakan, Psikohumaniora saat ini menjadi satu-satunya jurnal psikologi di Indonesia yang bereputasi internasional. Dengan demikian produktivitas riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) memiliki prestasi, reputasi, dan daya saing yang sangat tinggi,” sambung Dirjen Pendis.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno juga mengapresiasi pengelola Psikohumaniora yang selama lima tahun mampu meningkatkan progres indeksasi dengan cepat hingga tembus Scopus. Menurut Suyitno, dengan tembusnya Psikohumaniora Diktis kini telah memiliki 11  jurnal yang terindeks Scopus.

Kesebelas jurnal itu adalah sebagai berikut: [1] Journal of Indonesian Islam (JIIs), UIN Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur; [2] Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), IAIN Salatiga Jawa Tengah; [3] Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), IAIN Kudus, Jawa Tengah; [4] Al Jami’ah, UIN Sunan Kalijaga Daerah Istimewa Yogyakarta; [5] Studia Islamika, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; [6] Journal of Islamic Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur; [7] Jurnal Al-Ahkam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; [8] Jurnal Samara UIN Ar-Raniri Banda Aceh; [9] Islam Guidance and Counseling Journal IAIM-NU (Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama) Metro Lampung; [10] Al-Ihkam, IAIN Madura, Jawa Timur; dan [11] Jurnal Psikohumaniora, UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah.

Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq mengapresiasi, sekaligus memperhatikan perkembangan jurnal ini. “Prestasi ini sangat membanggakan dan merupakan hadiah dies natalis UIN Walisongo ke-52 yang istimewa. Pencapaian Psikohumaniora ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang membuahkan rekognisi bagi UIN Walisongo,” ungkap Imam.

Koordinator Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis, Suwendi, menyatakan dalam beberapa tahun terakhir Diktis terus melakukan pembinaan dalam peningkatan kualitas jurnal PTKI. Pembinaan itu antara lain dilakukan melalui shortcourse akselerasi jurnal terakreditasi, bantuan penguatan jurnal terakreditasi, dan pendampingan pengelolaan dan pendaftaran jurnal internasional bereputasi.

“Dengan meningkatnya jurnal internasional berreputasi, produktivitas dan kualitas riset diharapkan akan semakin tinggi. Sebab, salah satu indikator riset yang baik adalah mampu terpublikasi pada jurnal-jurnal internasional berreputasi dan terakreditasi dengan baik,” ujar Suwendi.

Editor in Chief Jurnal Psikohumaniora Baidi Bukhori mengaku masih “shock” dengan capaian ini. Dia terbengong seperti mimpi, karena Jurnal Psikohumaniora telah tembus Scopus. “Saya masih bahagia nih, Mas. Semalem juga tak bisa tidur,” tutur Baidi.

“Mengelola jurnal itu harus tahan banting. Tidak boleh putus asa, bahkan kadang harus “tombok” waktu, tenaga, pikiran, dan keikhlasan. Ibarat film kartun, dan digilas tandem roller (slender) harus bangkit hidup lagi,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa wujud nyata implementasi motto Kemenag “Ikhlas Beramal”, salah satunya adalah yang dilakukan oleh para pengelola jurnal.

Dengan capaian tersebut segenap pengelola Psikohumaniora mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Pimpinan UIN Walisongo, reviewer, support system, yang memberikan dukungan dan kerja kerasnya hingga pencapaian saat ini. (arh)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.