Selasa, 7 Desember 21

Luar Biasa! Jurnal ‘Al-Ihkam’ IAIN Madura Tembus Scopus

Luar Biasa! Jurnal ‘Al-Ihkam’ IAIN Madura Tembus Scopus
* Jurnal 'Al-Ihkam' yang diterbitkan IAIN Madura. (Foto: kemenag.go.id)

Jakarta, obsessionnews comAl-Ihkam Jurnal Hukum dan Pranata Sosial yang diterbitkan Fakultas Syariah IAIN Madura kini telah terindeks Scopus.

Scopus adalah database jurnal terbesar di dunia yang meliputi database abstrak dan kutipan terbesar dari literatur peer-review: jurnal ilmiah, buku, dan prosiding konferensi. Pusat data atau database tersebut berguna untuk melihat apa yang sudah diteliti dan mengetahui kontribusi dari penelitian yang sedang dikerjakan di antara literatur ilmiah yang sudah ada.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) kini telah memiliki 10 jurnal yang terindeks Scopus, yaitu:

[1] Journal of Indonesian Islam (JIIs), UIN Sunan Ampel, Surabaya Jawa Timur;

[2] Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), IAIN Salatiga Jawa Tengah;

[3] Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), IAIN Kudus, Jawa Tengah;

[4] Al Jami’ah, UIN Sunan Kalijaga Daerah Istimewa Yogyakarta;

[5] Studia Islamika, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;

[6] Journal of Islamic Architecture, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur;

[7] Jurnal Al-Ahkam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta;

[8] Jurnal Samara UIN Ar-Raniri Banda Aceh;

[9] Islam Guidance and Counseling Journal IAIM-NU (Institut Agama Islam Ma’arif Nahdlatul Ulama) Metro Lampung; dan

[10] Al-Ihkam, IAIN Madura, Jawa Timur.

Dikutip obsessionnews.com dari situs kemenag.go.id
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi capaian ini.

“Kami patut bersyukur dan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan IAIN Madura atas capaian jurnal Al-Ihkam hingga tembus ke Scopus,” katanya.

“Jurnal merupakan jendela perguruan tinggi. Ia merupakan akumulasi sekurang-kurangnya dari kapasitas riset, kemampuan akademik, networking, dan keseriusan dalam academic writing di lingkungan kampus yang bersangkutan,” lanjut guru besar UIN Bandung ini.

Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Suyitno juga mengaku bangga atas capaian kualitas jurnal di lingkungan PTKI.

“Dari aspek kuantitas, terdapat 5 dari 10 jurnal yang kini tembus di Scopus itu diraih dalam durasi 1 hingga 2 tahun terakhir. Dilihat dari kualitas, setidaknya terdapat 4 jurnal yang bertengger sebagai jurnal terbaik se-Asia bidang Religious Studies dan 5 jurnal yang masuk ke Scimago Journal & Country Rank (SJR) Quartile 1 dan Quartile 2. Ini berarti kerja penguatan jurnal luar biasa, semoga bisa terus meningkat,” ungkap guru besar UIN Palembang ini.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menyatakan,“Terindeks pada scopus ini merupakan pencapaian luar biasa dari pengelola jurnal Al-Ihkam. Karena itu, selaku Rektor, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap Tim Editor, khususnya editor-in-chif, atas ikhtiar tanpa lelah sehingga berhasil mencapai target, terindeks scopus.”

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Pendis dan Direktur Diktis atas pembinaan yang terus dilakukan kepada para pengelola jurnal serta dukungan moral dan finansial demi mewujudkan jurnal bermutu.

“Semoga pencapaian ini memberikan semangat baru bagi pengelola jurnal untuk terus berikhtiar menjadi jurnal terindeks scopus,” ujarnya..

“Tentu saja, jurnal Al-Ihkam ini diharapkan dapat berkontribusi untuk melahirkan profesor-profesor baru yang berkualitas, dengan tetap menjaga  dan meningkatkan mutu jurnal hingga tembus ke SJR Quartile-1,” sambungnya.

Analis Kebijakan Ahli Madya yang juga Koordinator Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Suwendi menyatakan, bahwa pihaknya telah dan sedang menyelenggarakan berbagai instrumentasi program peningkatan kualitas jurnal.

“Meski dalam situasi pandemi, shortcourse Peningkatan Akreditasi Jurnal (PAJ) dan Jurnal Internasional Bereputasi/Sinta-1 (JIBS) tetap dilaksanakan secara daring, mulai tahun 2020 hingga kini. Kami bersyukur inisiasi-inisiasi itu kini membuahkan hasil,”. kata Suwendi.

Sementara itu Editor in Chief Jurnal Al-Ihkam Erie Hariyanto, menuturkan jurnal Al-Ihkam pertama kali terbit tahun 2006 atas kerja sama Fakultas Syariah IAIN Madura dan APHI (Asosiasi Pengkaji Hukum Islam Indonesia). Delapan tahun kemudian, pada 2014, jurnal tersebut terakreditasi dengan peringkat B. Dua tahun setelahnya, 2016, jurnal Al-Ihkam terindeks DOAJ. Pada 2019, Al-Ihkam dianugerahi sebagai Juara Terbaik Pertama Pengelola Jurnal Hukum oleh Mahkamah Konstitusi RI. Pada tahun yang sama pula, jurnal ini melakukan reakreditasi dengan peringkat Sinta-2.

Menurut Erie, persiapan menuju Scopus dimulai sejak 2019 dengan beberapa langkah berikut: [1] menambah diversitas editor dan reviewer serta mengundang penulis luar negeri untuk mengirimkan artikel terbaiknya; [2] menerbitkan artikel-artikel dalam Bahasa Inggris dan Arab sesuai scope jurnal tentang kajian Islamic Jurisprudence dan kearifan lokal hukum Islam di kawasan Asia Tenggara dalam bidang sosial keagamaan, hukum, antropologi, sejarah, politik, ekonomi  dan kajian sosial; dan [3] Meningkatkan kapasitas tim editor, penerjemah, dan proofreader.

Proses submission ke Scopus dilakukan pada 28 April 2021, setelah mengikuti kegiatan Shortcoure Jurnal Internasional Bereputasi/Sinta-1 (JIBS) yang diselenggarakan oleh subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Dengan menyertakan sembilan artikel pilihan yang paling sesuai dengan scope Jurnal Al-Ihkam mulai terbitan 2018 – 2020, alhamdulillah, tidak sampai lima bulan kemudian, pada  10 Agustus 2021 bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H, Content Selection & Advisory Board (CSAB) secara resmi mengirimkan surel pemberitahuan bahwa proses review telah selesai dengan status accepted,”papar Erie.

Untuk itu dia mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Pimpinan IAIN Madura dan Dekan Fakultas Syariah serta editor, reviewer, supporting system dan para penulis Jurnal Al-Ihkam.

“Mereka telah memberikan dukungan dan bekerja keras dalam meningkatkan mutu 23 (dua puluh tiga) jurnal di lingkungan IAIN Madura”, ungkap Eri.

Ia menambahkan, pencapaian ini juga disebabkan karena inovasi program Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang menyelenggarakan shortcourse PAJ dan JIBS yang sangat keren. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.