Sabtu, 20 Juli 19

Jokowi Minta Polri Tuntaskan Kasus Mafia Skor

Jokowi Minta Polri Tuntaskan Kasus Mafia Skor
* Ilustrasi mafia skor sepakbola Indonesia. (foto: indosport.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sepak bola Indonesia saat ini ramai diperbincangkan. Namun bukan soal prestasi, melainkan terbongkarnya kasus pengaturan skor atau match fixing. Hal ini menunjukkan sepak bola negeri ini sedang dalam keadaan darurat.

Tak hanya itu, dugaan pengaturan skor ini telah menyakiti suporter yang setia mendukung klub kesayangan.

Satgas Anti Mafia Bola menetapkan 15 tersangka dalam dugaan kasus ini. Termasuk petinggi PSSI, Anggota Komite Eksekutif yang juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Provinsi PSSI jawa Tengah Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, dan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri).

 

Baca juga: 

Mengungkap Sepak Terjang Para Mafia Bola

Bos Mafia Skor Bola Belum Tersentuh

LPSK Siap Lindungi Saksi Mafia Sepakbola

 

Selain itu, satgas juga menetapkan perangkat pertandingan, koordinator wasit, dan wasit serta satu petinggi klub Vigit Waluyo sebagai tersangka. Mirisnya, disebut-sebut aksi-aksi itu sudah menjadi rahasia umum. Mereka yang tak mau terlibat justru disingkirkan.

Ditetapkannya 15 tersangka itu bermula dari satu laporan mantan manajer klub. Dia Lasmi Indaryani, mantan manajer Persibara Banjarnegara. Klub tersebut bermain di Liga 3.

Dari laporan itu, satgas menemukan bukti jika Liga 2 juga tak bersih. Belakangan, klub-klub Liga 1 juga mulai disebut-sebut melakukan dugaan suap tersebut.

Tampaknya kasus dugaan pengaturan skor ini dapat tanggapan serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia meminta Polri untuk menuntaskan pengusutan perkara mafia bola di Indonesia, karena kasus ini sudah menjadi kewenangan Polri untuk menyelesaikannya.

“Selesaikan sampai tuntas agar sepak bola kita benar-benar bersih, dan yang juara benar-benar juara,” tegas Jokowi di GOR Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Menurut orang nomor satu di Indonesia ini, sepakbola Indonesia yang bersih dari mafia bola, juga memberi pendidikan yang baik bagi masyarakat. Khususnya para suporter sebuah tim sepak bola.

“Jangan sampai kita sudah terlanjur wah wah juara, juara, tapi ternyata pengaturan skor. Itu yang saya kira dituntaskanlah sampai rampung,” tambah mantan Walikota Solo ini.

Sementara itu, Jokdri telah merampungkan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan pencurian dan perusakan barang bukti, terkait skandal pengaturan skor.

Jokdri diperiksa penyidik Satgas Antimafia Bola di Ditreskrimum Polda Metro Jaya sejak Kamis (21/2) pukul 10.00 sampai Jumat (22/2) pukul 08.10. Dalam pemeriksaan kedua ini, Jokdri menjalaninya selama sekitar 22 jam.

Meski ditetapkan sebagai tersangka dan sudah mengakui telah menyuruh tiga anak buahnya mengamankan sejumlah dokumen dari ruang kerjanya di Kantor Komdis PSSI, Jokdri tidak ditahan Satgas Antimafia Bola.

“Tentunya penyidik memiliki subjektivitas dan pertimbangan sendiri, sehingga tidak dilakukan penahanan atas JD (Jokdri),” kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Pol Argo Yuwono, Jumat (22/2).

Meski begitu, pihaknya telah melayangkan surat ke imigrasi untuk melakukan pencekalan kepada Jokdri selama 20 hari ke depan. Pencekalan dilakukan sejak Jokdri ditetapkan tersangka pada Jumat (15/2) pekan lalu.

Dalam pemeriksaan itu, Jokdri menunjukkan sikap kooperatif kepada Satgas Antimafia Bola. Dia juga memuji cara kerja penyidik yang profesional dan membuatnya nyaman meski diperiksa selama hampir 24 jam.

“Saya menyampaikan bahwa penyidik dan satgas telah melayani proses penyidikan ini dengan sangat baik, sangat nyaman, sangat profesional, dan saya merasa dalam pemeriksaan yang cukup lama tapi bisa menjalani dengan nyaman,” jelasnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/2).  (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.