Minggu, 27 September 20

Jokowi Beberkan Tiga Syarat Untuk Jadi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II

Jokowi Beberkan Tiga Syarat Untuk Jadi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II
* Presiden Jokowi. (Foto; Staf Kepresidenan)

Jakarta, Obsessionnnews.com – Dengan ditetapkannya Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih oleh KPU, maka menandakan semua tahapan Pemilu berakhir. Selanjutnya Jokowi akan meneruskan kembali program kerja yang sudah ditetapkan bersama Kabinet  Kerja jilid II.

 

Baca juga:

Pertemuan Jokowi dan Prabowo Segera Terwujud

AHY Beri Ucapan Selamat dan Terima Kasih kepada Jokowi dan Prabowo

Mafud MD: Tak Akui Jokowi Presiden Artinya Melanggar Hukum

 

Jokowi sendiri sudah menyiapkan dan membeberkan syarat-syarat calon menterinya nanti pada Kabinet Kerja Jilid II. Setidaknya ada tiga syarat yang diajukan Jokowi untuk bisa menjadi menteri di era pemerintahannya.

1. Mampu Eksekusi Program

Presiden Jokowi sudah memiliki gambaran sosok calon menteri di kabinet kerja jilid II. Jokowi ingin kursi para menteri diisi oleh orang-orang yang mampu mengeksekusi program kerja pemerintah. Hal ini agar pekerjaan cepat terealisasikan sehingga bisa dinikmati rakyat.

“Sudah saya sampaikan bolak-balik, (calon menteri harus) mampu mengeksekusi dari program-program yang ada, kemampuan eksekutor itu yang paling penting,” ungkapnya di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

2. Punya Keahlian Manajerial

Selain tegas dalam mengabil keputuaan, menurut Jokowi, menteri Kabinet Kerja II juga harus memiliki keahlian manajerial yang baik. Berbekal keahlian manajerial, Jokowi yakin Kabinet Kerja II bisa mengatasi persoalan baik di tingkat nasional maupun regional.

“Yang lain-lain memiliki integritas, memiliki kapabilitas. Tetapi yang paling penting adalah mampu mengeksekusi, memiliki kemampuan manajerial yang baik, dua hal yang penting itu,” ujarnya.

3. Orang yang Cerdas

Di luar kriteria itu, Jokowi mengatakan sosok yang pantas membantunya dalam pemerintahan ialah sosok yang cerdas. Dengan kecerdasan yang dimiliki tentu akan mudah menjalankan semua program pemerintah.

Sebagai contoh, Jokowi menyebut nama Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia, sosok yang cocok menjadi menteri Kabinet Kerja. Di matanya sosok Bahlil Lahadalia adalah pemuda yang cerdas.

“Saya lihat dari samping, dari bawah ke atas, cocok ini kelihatannya. Pintar membawa suasana dan juga ya sangat cerdas, cerdas, cerdas,” ujar Jokowi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.