Sabtu, 31 Oktober 20

Mafud MD: Tak Akui Jokowi Presiden Artinya Melanggar Hukum

Mafud MD: Tak Akui Jokowi Presiden Artinya Melanggar Hukum
* Mahfud MD. (Foto: dokumentasi pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan dengan adanya putusan MK terkait sengketa hasil Pilpres menandakan semua tahapan dalam Pilpres 2019 telah rampung dilaksanakan. Sebab, keputusan MK bersifat final dan mengikat.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan saat ini proses Pilpres 2019 hanyalah tinggal menunggu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang dinyatakan sah secara hukum. Ia berharap semua warga negara menerima Presiden dan Wakil Presiden terpilih sebagai pemimpin negara.

“Pemilu adalah proses memilih pemimpin yang harus ditaati dan didukung bersama. Kalau sudah memilih dan kalah maka ikutilah yang menang. Itu sudah diatur di konstitusi,” ujar Mahfud MD, Sabtu (29/6/2019).

Pakar Hukum tata negara menyatakan negara sudah mengatur sistem pemilihan kepala negara dengan penyelengaraan pemilu. Sebab itu tak ada lagi alasan untuk tidak mau menaati, dan mengakui Presiden dan Wakil Presiden yang telah terpilih.

“Sikap seperti itu (tak mengakui Presiden dan Wakil Presiden terpilih) adalah pelanggaran hukum. Itu sudah diatur dalam konstitusi,” urai Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) ini.

Mahfud MD berharap paska putusan MK, masyarakat Indonesia kembali bersatu padu kembali. Masyarakat pun diminta tak terpecah belah paska penyelenggaraan Pilpres 2019. Kepentingan bangsa demi keutuhan NKRI adalah segala-segalanya.

“Tidak ada lagi musuh. Sejatinya pemilu bukan membangun musuh tetapi mencari pemimpin yang terpilih bersama melalui pemilu. Di dalam politik Indonesia, itu rekonsiliasi selalu terjadi,” kata Mahfud. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.