Senin, 18 Oktober 21

JK: Syarikat Islam Kembalikan Kejayaan Ekonomi Bangsa

JK: Syarikat Islam Kembalikan Kejayaan Ekonomi Bangsa

Jakarta, Obsessionnews – Pengurus DPP Syarikat Islam dan PP Wanita Syarikat Islam masa juang 2015-2020 resmi dilantik pada Sabtu (27/2/2016), di Balai Sudirman, Jakarta, dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Dalam sambutannya, JKmerasa optimis Syarikat Islam di bawah kepemimpinan Hamdan Zoelva, dan Wanita Syarikat Islam di bawah kepemimpinan Valina Singka Subekti, akan kembali berjaya seperti pada masa awal pembentuknya tahun 1905. Pernyataan ini sekaligus menegaskan, JK tidak ingin organisasi ini menjadi Parpol.

‎”Saya membaca semangat SI tujuannya yang pertama tadi juga disampaikan ialah mengembangkan jiwa dagang karena pada waktu itu perdagangan dikuasai pengusaha besar Belanda dan Tionghoa. Kalau kita kembalikan dewasa ini, relevan lagi semangat itu dikembangkan,”‎ kata Kalla.

Sementara itu, Ketua Umum Syarikat Islam, Dr Hamdan Zoelva SH MH dalam sambutannya, menegaskan Syarikat Islam tidak akan menjadi Partai Politik. Namun, organisasi ini akan mengkader tokoh tokoh politik Islam yang siap untuk berkontribusi bagi negara.

Sedangkan, Valina Singka Subekti Ketua PP Wanita Syarikat Islam menyatakan bahwa sebagai organisasi wanita tertua di Indonesia, WSI akan terus berijtihad dalam memperjuangkan nasib perempuan Indonesia.

WSI sebagai Ormas perempuan tertua di Indonesia yang berdiri tahun 1918 di Garut dengan awal bernama Syarikat Siti Fatimah dan turut serta dlm kongres wanita I di Yogyakarta tahun 1928, menjadi anggota BMOIWI dan KOWANI dan tidak pernah berhenti berjuang untuk memberdayakan masyarakat, terutama perempuan.

Adapun prioritas program perjuangan WSI periode ini ialah Pemberdayaan ekonomi ummat utk mengatasi kesenjangan ekonomi yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin. Selanjutnya, membangun ketahanan keluarga.

Adanya Gempuran nilai-nilai baru akibat globalisasi dan teknologi informasi telah merusak religiositas masyarakat Indonersia. Pornografi, kekarasan seksual terhadap perempuan dan anak-anak, pergaulan bebas, adanya fenomena LGBT, maraknya peredaran narkoba, harus menjadi perhatian khusus.

“Oleh sebab itu, diperlukan kehadiran orang tua untuk membina putera puterinya, guru di sekolah untuk mendidik siswa siswanya serta perhatian kebijakan dari pemerintah,” tuturnya.

‎”WSI mendorong semakin banyak perempuan yang menduduki posisi pengambilan keputusan supaya dapat turut serta mempengaruhi proses kebijakan publik. Sehingga perempuan bersama laki-laki bersinergi menyelesaikan persoalan bangsa” imbuhnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.