Rabu, 19 Juni 19

JK Ambil Alih Tugas Jokowi Selama Masa Kampanye Terbuka

JK Ambil Alih Tugas Jokowi  Selama Masa Kampanye Terbuka
* Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla saat terlihat di Istana. (Foto: Jitunews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengambil alih tugas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah sibuk kampanye terbuka dalam menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang. JK mengambil tugas-tegas negara yang bersifat operasional dan teknis. 

“Selama presiden kalau tidak ada di kota, maka hal-hal yang umum, biasa-biasa itu, biasanya dialihkan ke saya. Ini bukan transisi kok, cuma tiga minggu,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

 

Baca juga:

JK Minta Jokowi dan TKN Tak Buat Kesalahan dalam Tiga Minggu Terakhir

Jokowi: Pilih Pemimpin Jangan Asal Coba-coba

Surya Paloh: Negeri Ini Butuh Jokowi

 

Presiden yang juga capres petahana Jokowi melakukan kampanye terbuka selama tiga minggu ke depan. JK mengatakan tiga minggu yang digunakan Jokowi untuk kampanye bukan masa transisi. Dia mengatakan menggantikan Jokowi hanya terkait operasional.

Meski demikian, JK memastikan kewenangan Jokowi tidak bisa dilimpahkan kepadanya. Dia mengatakan hanya mewakili dalam kegiatan rapat atau kegiatan lainnya saat Jokowi berkampanye.

“Tapi kewenangan tentu di Indonesia ini tidak bisa dialihkan kalau seperti itu. Jadi, tugas-tugas di Jakarta, ibu kota ini harus saya jalani. Termasuk juga rapat-rapat banyak hal yang saya tangani selama beliau aktif berkampanye,” jelas JK.

Ia mengaku tidak ada pesan-pesan dari Jokowi selama dia cuti. Alasannya, yang terjadi saat ini bukan transisi atau peralihan kewenangan. Yang terjadi hanya hal-hal normal‎, sama seperti presiden berada di luar kota atau luar negeri maka tugas kenegaraan dilimpahkan ke Wapres.

Pada kesempatan itu, JK juga menegaskan pemerintahan tidak lumpuh karena banyaknya manteri yang ikut kampanye. Yang terjadi hanya ada pengurangan kerja kantor atau rapat karena ada menteri yang ikut kampanye.

“Ya selama sebulan terakhir ini kan masa politik terakhir, sebulan ini pasti kegiatan berbeda lah dibandingkan zaman dulu. Zaman dulu kan anda lihat sendiri, sidang kabinet bisa 10 kali seminggu. Tapi sekarang ini, karena kesibukan masing-masing tapi tugas-tugas rutin tetap jalan. Semua tetap jalan. Menteri-menteri juga setiap hari saya teleponin,” tutur JK. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.