Kamis, 24 September 20

Tak Boleh Ada Intimidasi di TPS

Tak Boleh Ada Intimidasi di TPS
* Ilustrasi TPS. (Foto: Vivanews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemilihan Umum tak lama lagi digelar, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengingatkan kembali suyapa tak boleh ada intimidasi yang terjadi di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari pencoblosan, 17 April 2019. 

Bawaslu berjanji akan mencegah terjadinya praktik intimidasi yang mungkin ditemukan di sekitar TPS.

“Harapan kita ya situasi di TPS benar-benar menyenangkan, benar-benar tidak ada ketegangan ya. Kalaupun kemudian terjadi, ada mekanisme yang harus kita lakukan, misalkan intimidasi, harus dihilangkan,” kata Afif di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Bawaslu juga mengimbau bagi kelompok masyarakat lain yang ingin melakukan hal serupa agar taat aturan. Terutama, kata dia, soal larangan intimidasi dan membawa atribut kampanye peserta pemilu. Afifuddin mengingatkan agar suasana penyelenggaraan pemilu di TPS harus menyenangkan untuk semua pemilih. 

Pernyataan Afif ini menanggapi instruksi Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas kepada semua kader GP Ansor dan Banser untuk membantu Polri dan TNI mengamankan situasi hari pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS-TPS seluruh Indonesia.

Afif mengatakan, pihak belum mengetahui makna dari pernyataan pimpinan PP GP Ansor. Ia tidak tahu, apakah instruksi yang ditujukan kepada kader GP Ansor dan Banser ke TPS bermakna sebagai pengorganisasian orang di TPS atau bermakna lain. Namun, yang paling penting lanjut dia, tidak boleh ada intimidasi dari satu pihak ke pihak lain saat hari pencoblosan.

“Kita belum tau nanti yang dimaksud dengan pengorganisiran orang di TPS dan lain-lain. Kalau sifatnya ada intimidasi, itu dilarang, termasuk juga orang yang membawa atribut calon ketika proses hari H,” kata Afif. 

Komisioner KPU Viryan Aziz menyampaikan hal serupa. KPU menilai apa yang dilakukan Banser maupun GP Ansor sebagai bentuk partisipasi selama tidak melanggar aturan yang berlaku.

“Maknanya adalah kalau partisipasi masyarakat meningkat dari seluruh peserta pemilu nongkrongin TPS, apapun hasilnya tidak bisa diduga macam-macam,” ucap Viryan di Kompleks Parlemen.

Sebelumnya, tagar #BanserAmankanTPS menjadi trending topic di Twitter. Video yang menayangkan Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerukan Banser untuk mengawal TPS. Mereka sebut gerakan ini sebagai Rabu Putih.

Yaqut meresmikan sendiri gerakan ini saat Rapat Koordinasi Nasional yang diikuti seluruh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor seluruh Indonesia di Bojonegoro, Jawa Timur, kemarin.

Selain memutihkan TPS, kader Ansor juga diminta mencoblos calon presiden dan wakil presiden yang berbaju putih di bilik suara. Hal itu disebut Yaqut sebagai upaya mengadang gerakan atau kelompok yang menolak NKRI.

“… untuk memutihkan TPS-TPS yang ada, untuk kita pilih calon presiden dan wakil presiden yang berbaju putih. Berani?” kata Yaqut dalam orasi yang direkam dan beredar di media sosial Twitter. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.