Kamis, 27 Januari 22

Jika HTI Ditolak, Sekularisasi Juga Tak Bisa Ditoleransi

Jakarta – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Bahtiar Effendy menegaskan, asas utama bangsa Indonesia adalah prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Karenanya, tidak boleh ada gerakan dan wacana yang bertentangan dengannya, seperti sekulerisme.

Hal itu diutarakan oleh Bahtiar Effendy dalam pengajian bulanan PP Muhammadiyah bertema Islam dan Keindonesiaan, Mencari Format dan Strategi Baru. “Pengukuhan tentang identitas kebangsaan kita, Pancasila dan UUD 45, dan kalau kita betul-betul menerima itu, mestinya tidak boleh ada gerakan atau wacana yang bertentangan dengan identitas itu,” ujarnya, di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat malam (4/8/2017).

“Kalau kita berani mengatakan bahwa HTI bertentangan dengan identitas kebangsaan, maka seluruh wacana tentang sekularisasi juga bertentangan dengan identitas bangsa,” tegas Ketua PP Muhammadiyah bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri.

Bahtiar memaparkan, sekularisasi melanggar prinsip pertama bangsa Indonesia, yaitu Ketuhanan Yang Mahaesa. Selain itu, prinsip itu juga merupakan yang paling utama.

“Tidak mungkin, jika kita tidak bisa mentolerir HTI, kita juga harus tidak bisa mentolerir seluruh tindakan-tindakan dan gerakan-gerakan yang melawan prinsip Ketuhanan Yang Mahaesa,” tandasnya. (*/TI)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.