Kamis, 21 Oktober 21

Jangan Hanya Pramudi Disalahkan dalam Kecelakaan Bus TransJakarta

Jangan Hanya Pramudi Disalahkan dalam Kecelakaan Bus TransJakarta
* Dr. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud. (Foto: ist)

Alumni Fakultas Biologi Unsoed angkatan 1979 dan tahun 2006 salah satu direktur di Badan Intelijen Negara (BIN), Dr Isroil Samihardjo MDef.Stud. pada Senin (15/2/2021), Ujian Terbuka S3 di Program Doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, Prodi Pascasarjana Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta melalui zoom meeting.

Dengan judul disertasi: “Pengaruh Kepemimpinan, Reward dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kerja Pramudi di PT Transportasi Jakarta” atau yang lebih dikenal dengan TransJakarta.

Dalam ujian terbuka Prodi Ilmu Manajemen Universitas Negeri Jakarta Senin15 Februari 2021 Doktor Isroil Samihardjo memaparkan hasil penelitiannya tentang Transjakarta bahwa perilaku kerja pramudi bus dipengaruhi oleh unsur kepemimpinan dan iklim organisasi serta sistem pemberian imbalan kerja.

Penelitian tersebut dipacu oleh fakta bahwa bila terjadi kecelakaan bus, yang disalahkan adalah pramudinya. Hanya dengan menyalahkan pramudi itu sama saja dengan mengobati pusing dengan meminum obat penghilang sakit kepala, penyebab sesungguhnya belum tentu bisa disembuhkan atau disebutnya sebagai symptomatic solution, yaitu penyelesaian masalah yang hanya berdasarkan simtom atau gejala yang timbul.

Untuk itu, Doktor Isroil meneliti pengaruh kepemimpinan, reward, dan iklim organisasi terhadap perilaku kerja pramudi di Transjakarta yang menemukan pengaruh sangat signifikan bahkan keempat faktor tersebut merupakan satu kesatuan tak terpisahkan sehingga diciptakan metode yang disebutnya sebagai Rumus PKRO dimana P adalah perilaku kerja, K adalah Kepemimpinan, R adalah reward atau imbalan, dan O adalah iklim organisasi.

Suherman, promotor dari penelitian tersebut menyatakan bahwa Transjakarta harus lebih menanamkan visi dan misi perusahaan secara lebih konkrit dan sistematis tidak hanya berhenti pada urusan pramudi sebagai pekerja namun harus menjadi bagian yang terpisahkan dari manajemen.

Di sisi lain, Prof Wibowo sebagai co-promotor menyatakan bahwa reward adalah merupakan hal yang sangat pelik, sehingga upah yang tinggi tidak menjamin bahwa bawahan atau pekerja akan melasanakan tugasnya dengan benar.

Untuk itu, Isroil memperkenalkan metode total reward yaitu pemberian imbalan yang tidak saja memperhatikan faktor yang bersifat transaksional tetapi juga relasional.

Selanjutnya Isroil menjelaskan bahwa hasil penelitian itu menjadi penting bagi Transjakarta yang akhir-akhir ini memperoleh berbagai penghargaan seperti Sustainable Transport Award pada tahun 2019 disusul dengan penghargaan Tom Tom Traffc Index, disematkan sebagai pemilik Wow Brand dan Better Brand serta penghargaan Revolusi Mental 2019 oleh Presiden Republik Indonesia.

Awal tahun 2020, Transjakarta kembali dinobatkan sebagai pemilik Wow Brand, meraih Top Digital Innovation Award, dan Rail, Infrastructure and Digital Mobility Business Award (Rimbda) untuk Bus Rapid Transit dan menyabet GRC Award 2020 serta Penghargaan Teropong Public Relation Award 2020. Pada 25 Februari mendatang, Gubernur Anies Baswedan juga akan menerima penghargaan internasional dalam Sustainable Transport Award Ceremony.

Isroil yang juga Alumni Magister Defence Studies, University of New South Wales, Australia dan juga alumni Diplome of Aerial Survey, ITC Belanda, memaparkan pertama kali bekerja sebagai PNS pada tahun 1985 di Kementerian Pertahanan sebagai tenaga Fungsional Peneliti di Balitbang Kemhan.

Pada tahun 2004, Isroil beralih ke jabatan struktural, sebagai Eselon-3 pada jabatan Kepala Bidang Perencanaan di Balitbang Kemhan. Dua tahun kemudian, pada tahun 2006, diangkat menjadi Eselon-2 sebagai salah satu Direktur di Badan Intelijen Negara (BIN).

Pada tahun 2013 beralih ke bidang pendidikan, dengan menjadi Wakil Rektor STIN (Sekolah Tinggi Intelijen Negara) hingga tahun 2018 dan sekarang masih berprofesi sebagai dosen tetap STIN dengan pangkat akademik Lektor.

Selain sebagai dosen tetap, sejak 2018 diangkat menjadi anggota Dewan Riset Daerah (DRD) Pemprov DKI sebagai Ketua Komisi-1 Bidang Pemerintahan hingga sekarang. Jabatan di Dewan Riset Daerah Pemprov DKI Jakarta ini yang memicu promovendus untuk melakukan penelitian di salah satu BUMD milik Pemprov DKI.

Koordinator Sistem Informasi Unsoed, Ir.Alief Einstein,M.Hum. mengatakan, berbagai seminar dan konferensi internasional telah dikunjungi Dr.Isroil Samihardjo, M.Def.Stud. di antaranya :

1. Sebagai pembicara sebanyak 14 kali seminar internasional di Amerika Serikat, Australia, Thailand, Jordania, China, Kroasia, Filipin, Slovakia, dan Georgia,

2. Sebagai anggota delegasi RI di PBB diawali tahun 1991 hingga 2007 sebanyak 13 kali sidang. Salah satu karyanya yang berjudul “Bioethics and Related Activities in Indonesia” telah menjadi dokumen resmi di PBB yang bisa diunduh melalui internet (http://bit.ly/307Sd8a). (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.