Sabtu, 3 Desember 22

Jaksa Agung Ajak Jajarannya Belajar Digital Administrasi untuk Penanganan Perkara

Jaksa Agung Ajak Jajarannya Belajar Digital Administrasi untuk Penanganan Perkara
* Jaksa Agung ST Burhanuddin. (Foto: Kejagung)

Obsessionnews.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan arahan kepada jajarannya, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Para Asisten dan Para Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Bengkulu serta seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di Aula Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Selasa (15/11/2022).

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin menyampaikan beberapa hal penting dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang yang diemban insan Adhyaksa di Bengkulu.

Baca juga: Perkuat Soliditas Internal Persaja, Jaksa Agung Buka Kejurnas Tenis Meja Adhyaksa Open 2022

“Menyampaikan mengenai penyerapan anggaran yang masih minim dan belum mencapai 80%, sementara kita bisa berkinerja hanya 1 bulan saja,” ujar Burhanuddin.

Oleh karenanya, dia berpesan kepada seluruh jajaran harus bekerja keras untuk menghabiskan anggaran yang ada, namun jangan lupa akuntabilitas atau pertanggungjawabannya secara akuntansi.

“Yakni keuangan, fisik, dan administrasi harus benar,” ucapnya.

Dalam hal penanganan perkara secara khusus, Burhanuddin menekankan agar administrasi penanganan perkara jangan dianggap remeh baik itu administrasi perkara perdata dan tata usaha negara, tindak pidana umum (pidum), tindak pidana khusus (pidsus), maupun pidana militer (Pidmil).

“Karena konsekuensinya adalah gugatan bagi pejabat dan Jaksa yang menangani perkara tersebut,” ujar Burhanuddin.

Baca juga: Jaksa Agung Angkat Bicara Soal Pemberitaan Perkara Minyak Goreng yang Dikaitkan dengan Kepentingan Politik

Dia menjelaskan, digitalisasi adalah suatu keharusan bukan lagi pilihan karena di era informasi dan teknologi yang serba digital ini, semua harus paham akan teknologi informasi.

“Kita bisa menjadi institusi yang stagnan ketika kita tidak mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan ini juga menjadi isu global dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali,” katanya

Selanjutnya, dia melihat teman-teman di Adhyaksa masih monoton hanya di depan persidangan tanpa memperhatikan peningkatan kapasitas diri.

“Ayo belajar dan membaca sampai ke tingkat yang paling tinggi karena disamping untuk menambah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), saudara juga akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas institusi. Manfaatkan beasiswa yang ada di institusi kita dengan baik sebab tanpa belajar, anda tidak akan bisa berbicara banyak hal di pergaulan nasional dan internasional,” ajak Burhanuddin. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.