Jumat, 9 Desember 22

Jahja Setiaatmadja, Reputasi Tak Tergantikan

Jahja Setiaatmadja, Reputasi Tak Tergantikan

Reputasi Jahja Setiaatmadja sebagai salah satu bankir terbaik negeri ini tak tergantikan. Betapa tidak? Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tersebut tak pernah henti berinovasi dan jeli menangkap peluang bisnis perbankan sehingga BCA berhasil menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 14 juta nasabah.

Maka tak ayal berbagai penghargaan bergengsi diraih pria yang akrab disapa Jahja ini. Di antaranya, ‘Lifetime Achivement Award’ dari ajang Obsession Awards 2016, ‘Top National Banker 2016’ dalam Investor Awards, dan ‘Most Admired CEO 2016’. Setelah tahun sebelumnya dinobatkan sebagai tokoh perbankan paling berpengaruh dalam ajang Golden Property Award 2015, ‘Best CEO’ dalam Finance Asia Award’s: Asia’s Best Companies 2015, dan lainnya.

Pria yang lahir dari keluarga karyawan bank dengan kehidupan sederhana ini telah berkarier di BCA sejak 1990. Dalam memimpin, ia terus menjaga moral karyawan sebaik-baiknya, menerapkan prinsip bottom-up dan feedback. Ia juga selalu menekankan kepada karyawan agar ramah dan manusiawi.

Jahja Setiaatmadja.

Totalitas dan dedikasinya dalam bekerja, didukung filosofinya yang genuine dan utuh dalam mengemban amanat.

Perjalanan Jahja untuk mencapai puncak karier tidaklah mudah. Ia bahkan dapat bekerja selama 12 jam sehari. Loyalitas kepada BCA pun sangat tinggi terlihat dari kariernya selama 21 tahun di BCA sebelum diangkat menjadi presiden direktur pada 2011.

Berkat konsistensi pertumbuhan kinerja positif dari tahun ke tahun, ketika Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2015 yang digelar pada 7 April 2016 lalu, Jahja kembali dipercaya menjadi Presiden Direktur BCA.

Sukses kinerja terus berlanjut pada sembilan bulan pertama tahun 2016 dengan peningkatan pendapatan operasional yang sehat. Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan dari dana pihak ketiga dan keseluruhan aset produktif disertai penerapan prinsip kehati-hatian dengan mengutamakan pentingnya kualitas aset.

BCA dan entitas anak berhasil melaporkan laba bersih yang meningkat 13,2% menjadi Rp 15,1 triliun dari Rp 13,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tumbuh 15,2% menjadi Rp 39,7 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2016, dibandingkan Rp 34,4 triliun pada periode yang sama tahun 2015.

“Ke depannya, BCA akan tetap fokus dalam mengelola aset dan liabilitas secara aktif sekaligus mengutamakan efisiensi operasional guna mencapai hasil kinerja positif yang berkelanjutan,” ungkap Jahja.

Bankir yang ramah ini tak segan mengungkapkan secara gamblang rahasia di balik kesuksesan BCA, yakni belajar, belajar, dan belajar. “BCA mencoba mencari tahu kebutuhan dari masyarakat dan memberikan berbagai sarana dan kebutuhan untuk masyarakat dengan service yang paripurna. Menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan, bukan lagi karena harga murah, melainkan kualitas yang prima, terutama pelayanan,” ujarnya serius.

Meski meraih berbagai prestasi, lelaki kelahiran Jakarta, 14 September 1955 ini tetap rendah hati. Ia mengatakan kesuksesan BCA bukan semata-mata karena perannya, tapi karena team work. “Saya bukan super hero. Sebab, super hero hanya ada di film-film Amerika,” tuturnya seraya tersenyum.

CEO Obsession Media Group (OMG) Usamah Hisyam (kiri) menyerahkan tropi Lifetime Achivement Award kepada Jahja Setiaatmadja dalam acara Obsession Awards 2016.

Untuk membuat team work yang bagus, kata Jahja, harus bisa merangkul segala lapisan tenaga kerja sehingga bisa bersama-sama mendapatkan support yang kuat.

“Sesuatu yang dikerjakan bersama pasti akan lebih mudah daripada mengandalkan satu-dua individu. Filosofi saya selalu demikian. Dan sejauh ini teman-teman bisa mendukung secara penuh. Hasil yang diraih BCA karena team work, bukan karena super hero atau orang hebat,” cetusnya.

Jahja juga mengatakan memimpin sebuah organisasi seperti seorang dirigen dalam satu orkestra. Laiknya dirigen yang bisa memadukan berbagai alat musik yang harmonis saat memainkan sebuah lagu. Ia pun ingin terciptanya suatu harmonisasi kerja di BCA, “Untuk membangun harmonisasi itu hanya dapat dijalankan jika dipimpin oleh dirigen atau pemimpin yang tepat,” tuturnya.

Sebagai bank yang melekat di hati nasabah, Jahja menambahkan dirinya selalu berkomitmen untuk memberikan kemudahan. Misalnya lewat investasi teknologi dan digital banking guna memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah BCA.

“Karena itu kami akan terus mengembangkan teknologi yang kami miliki,” ungkap Pria yang pernah menempuh pendidikan akuntansi di Universitas Indonesia pada 1974 ini.

Hal itu sudah terbuktikan, internet banking dan mobile banking, memudahkan nasabah BCA untuk bertransaksi kapan dan di mana saja. Tak hanya itu, Jahja yang biografi hidupnya sudah dituliskan ke dalam buku Sang Dirigen Perjalanan Jahja Setiaatmadja Hingga Menjadi CEO, terus secara aktif menjajaki kerja sama dengan perusahaan-perusahaan bisnis berbasis digital untuk melayani kebutuhan transaksi keuangan. Pasalnya, perusahaan bisnis berbasis digital sangat menjanjikan.

Di dunia perbankan, ungkap Jahja inovasi mutlak diperlukan agar kebutuhan nasabah dapat terpenuhi secara cepat, aman dan nyaman. Bagi Jahja, bank bukan lagi hanya sekadar tempat menyimpan uang, tetapi tempat yang bisa memberikan solusi dan nilai tambah bagi kebutuhan perbankan masyarakat.

Beberapa terobosan yang diluncurkan BCA untuk memudahkan nasabahnya, antara lain myBCA, Sakuku, dan ATM Setor Tarik dalam satu mesin.

Menutup pembicaraan, Jahja berharap, BCA bisa memenuhi pelayanan ke seluruh pelosok negeri. “Saat ini kita masih terbatas di kota dan kabupaten besar. Tapi kita sudah mulai melalui program Laku, Simpel (Simpanan Pelajar-red). Step kedua dapat melayani seluruh masyarakat Indonesia agar bankable. Untuk generasi ke depan, mereka akan terbiasa dengan digital bahkan nanti tak perlu terlalu banyak menggunakan fisik. Katakan 15-10 tahun dari sekarang semua itu serba digital, dengan gadget semua dapat dikerjakan. BCA sudah memulai dengan KlikBCA yang sangat efisien,” pungkas suami Winny Setiaatmadja itu. (Men’s Obsession)

Artikel ini dalam versi cetak dapat dibaca di Majalah Men’s Obsession edisi Februari 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.