Inovasi Kunci Taktis Sebuah Bisnis

Yogyakarta, Obsessionnews.com - Malik Khidir, pendiri Setchoq, perusahan yang bergerak di bidang robotika, menyampaikan langkah taktis menjalankan bisnis agar bisa terus tumbuh dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang cukup ketat saat ini. Menurutnya, kunci taktis sebuah bisnis adalah inovasi, terlebih dalam dunia bisnis digital.
“Langkah taktis ketika ingin membuat usaha di dunia digital adalah inovasi,” tutur Malik dalam webinar Bincang Nasional Muda Membangun Bangsa yang diselenggarakan Mardliyah Muda dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (26/9/2020).
Baca juga:
Mantul! UGM Kembangkan Sistem Deteksi Gempa, Bisa Prediksi 3 Hari Sebelum Terjadi
Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Humas UGM, Senin (28/9), dalam kesempatan itu Malik mengatakan, inovasi sangat penting dalam bisnis agar bisa terus eksis dan berkembang. Kendati begit, berinovasi tidaklah mudah, terlebih mengembangkan inovasi yang bisa diterima dan dibutuhkan pasar.
Halaman selanjutnya“Kalau menjalankan bisnis terus berinovasi akan dicari orang, dan saat sudah punya value maka bisnis akan membesar sendiri. Sementara yang tidak mau berinovasi yang akan mati,” ujar alumnus FMIPA UGM ini.
Tak lupa Malik mengajak generasi muda Indonesia untuk bersama-sama berjuang dan berinovasi agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada acara webinar tersebut turut menghadirkan pembicara lain dari kalangan pebisnis muda yang juga merupakan alumni UGM. Beberapa di antaranya adalah Co-Founder Restoku.id Ageng Sajiwo dan CEO Analisa Personality Development Center Analisa Widyaningrum.
Halaman selanjutnyaAgung Sajiwo mengatakan, sebenarnya tidak sulit untuk menemukan ide bisnis kreatif dan inovatif. Ide-ide inovatif bisa didapat dengan mengasah kepekaan terhadap lingkungan. Jeli membaca situasi dan menangkap berbagai persoalan yang ada di masyarakat, sebab bisnis muncul sebagai solusi atas persoalan.
“Sering-sering saja cari masalah yang ada di sekitar, karena inovasi itu bermula dari persoalan,” katanya.
Ageng meminta generasi muda tidak takut untuk memulai bisnis. Bahkan jika akhirnya gagal saat menjalankan bisnis pertama, dia meminta milenial untuk tidak lekas patah semangat dan segera bangkit memulai kembali. Sebab, dari kegagalan bisa menjadi pembelajaran dalam membentuk mental dan pengetahuan dalam mencapai kesuksesan.
Halaman selanjutnyaSementara itu Analisa Widyaningrum membagikan tips kepada para milenial yang akan memulai maupun telah menjalankan bisnis. Salah satunya dengan mengetahui passion dalam berbisnis.
“Tidak hanya sekadar passion, tapi tanpa upaya dan kerja keras bisnis tidak akan berjalan,” tegasnya.
Dia mengatakan, selain mengetahui passion, perlu juga memahami nilai-nilai dan tujuan dalam berbisnis. Selain itu juga konsisten berjuang dan tidak lekas patah semangat jika mengalami kegagalan.
“Harus punya daya pantul terhadap kegagalan. Kalau sekarang merasa gaga,l maka coba lagi karena kita tidak akan pernah tau bagaimana cara berhasil kalau tidak mengalami kegagalan,” paparnya. (arh)





























