Selasa, 28 September 21

Ibas Ajak Mahasiswa Terus Kritisi Jokowi

Ibas Ajak Mahasiswa Terus Kritisi Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Putra bungsu Presiden ke-6 RI SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas, mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Begitu juga dengan lembaga tinggi lainnya, seperti DPR, dan MPR. Baca juga:  Ibas Sebut Bapaknya Presiden ke-5

“Bentuk partisipasi bisa dalam proses mengawal, mengontrol, mengkritisi jalannya pemerintahan dan legislatif termasuk memberikan solusi-solusi atas permasalahan bangsa,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI itu dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan Fraksi Partai Demokrat MPR RI bekerja sama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Ibnu Chaldun Jakarta di Ballroom Binakarna, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (28/5/2015).

Lebih lanjut, Ibas yang tergabung di Komisi 10 DPR RI dirinya juga menggarisbawahi pemahaman dan pengamalan Pancasila sebagai landasan bernegara yang kini memiliki banyak tantangan. Baca juga: Ibas Minta Jokowi Jangan “Mengg-golkar-kan” Demokrat, Takutkah?

Mantan Sekjen DPP Partai Demokrat itu mengajak kaum muda Indonesia untuk terus mengawal nilai-nilai Pancasila, dan menjaga sistem demokrasi sesuai cita-cita perjuangan bangsa.

“Kita patut bersyukur karena sistem demokrasi kita terus tumbuh dan berkembang dengan baik ke arah yang benar. Mari kita kawal dan kita jaga bersama karena sejak memasuki era reformasi, para pemimpin bangsa telah memberikan teladan dengan konsisten terus mengawal nilai-nilai demokrasi ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Dalam seminar yang mengambil tema ‘Merindukan Demokrasi Pancasila yang Terlupakan’ tersebut, Ibas memaparkan peran aktif generasi muda dalam mengawal demokrasi pancasila bisa diimplementasikan dengan ikut terlibat menyuarakan aspirasi rakyat lewat berbagai forum dan media sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita bangga karena nilai-nilai Pancasila terus relevan dengan kehidupan berbangsa yang terus dinamis. Tantangan kita bersama untuk konsisten mengedepankan toleransi dan penghargaan atas perbedaan-perbedaan yang ada menjadi bingkai persatuan bangsa,” katanya.

Meski demikian, Ibas mengingatkan agar generasi penerus bangsa dapat mengantisipasi dan tetap menjaga agar identitas Demokrasi Pancasila tidak terbawa arus modernisasi dan leberalisasi.

“Demokrasi di Indonesia tetap mempunyai identitas diri, tidak ikut arus liberalisasi, Bangsa Indonesia bisa menjalankan demokrasi yang seiring dengan nilai dasar Pancasila yang mengedepankan etika, norma, ikuti aturan hukum demi tercapainya kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.