Rabu, 17 Juli 19

Hakim Ancam Bambang Widjojanto Dikeluarkan dari Persidangan

Hakim Ancam Bambang Widjojanto Dikeluarkan dari Persidangan
* Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Bambang Widjojanto. (Foto: detik)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sempat mengancam akan mengusir Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Bambang Widjojanto (BW) dari ruang sidang. Arief kesal, karena Bambang selalu memotong pembicaraan hakim saat sedang berbicara dengan saksi dari kubu 02 yang bernama Idham.

 

Baca juga:

Novanto Tersangka, Bambang Widjojanto Minta KPK Hati-hati

Bambang Widjojanto Ingin SKP2, Bukan Deponering

FOTO Pelepasan Bambang Widjojanto di KPK

 

“Saudara bukan tim BPN (Prabowo?)” tanya Arief dalam sidang lanjutkan sengketa hasil Pilpres 2019 di Gedung MK, Rabu (19/6/2019).

“Bukan. Saya di kampung,” jawab Idham.

Arief lantas menanyakan apa kaitan Idham yang berasal dari kampung terhadap kesaksiannya dengan dugaan temuan DPT bermasalah di tingkat nasional. Idham sendiri mengaku akan menyampaikan dugaan kecurang-an pilpres yang terjadi di tingkat nasional.

“Kalau dari kampung mestinya yang diketahui situasi di kampung,” kata Arief.

Tak terima dengan pernyataan Arief, Idham tak menjawab. Justru Bambang yang menjawab pernyataan Arief. “Saya di kampung, tapi bisa mengakses dunia di kampung. Jadi jangan judgement seolah-olah orang kampung tidak tahu apa-apa. Mohon dengarkan saja dulu Pak apa yang akan dijelaskan,” katanya.

 

Baca juga:

Akbar: SP3 Terhadap Bambang Widjojanto Berlebihan

Bambang Widjojanto Dikenakan Pasal Tambahan

Mengalir Dukungan untuk Bambang Widjojanto

 

Suasana pun mulai memanas. Arief meminta agar Bambang tak menjawab karena pertanyaan itu ditujukan pada Idham. “Begini Pak Bambang, saya kira saya sudah cukup dan saya akan dialog dengan dia. Pak Bambang sudah setop,” ucap Arief.

Bambang pun tak terima dan langsung memotong pernyataan Arief. Namun, belum selesai menyampaikan, Arief dengan tegas langsung menjawab, “Kalau tidak setop, Pak Bambang saya suruh keluar,” kata Arief.

Bambang pun dengan tegas menolak. “Saya mohon maaf kalau saksi saya dalam tekanan terus saya akan tolak. Saksi saya ditekan oleh bapak,” tutur BW.

Arief pun membantah dan meminta Bambang untuk tak ikut menjawab. “Bukan begitu. Pak Bambang sekarang diam. Saya akan dialog dengan saudara saksi,” kata Arief.

Bambang pun terlihat tak lagi menanggapi pernyataan Arief. Mantan Ketua MK itu pun melanjutkan pertanyaan kepada Idham. Idham menyatakan akan menjabarkan empat dugaan kecurangan, yakni soal NIK kecamatan siluman, NIK rekayasa, pemilih ganda, dan pemilih di bawah umur. Ia mengaku mendapat data DPT curang itu dari DPP Gerindra.

Dalam sidang itu, salah satu saksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut banyaknya jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang dia sebut siluman saat Pilpres 2019. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sebelumnya menegaskan persoalan DPT sebenarnya sudah tuntas sejak 2017.

“Menurut saya, sejak 2017 Kemendagri sudah menyerahkan DP4 clear. Dan kewenangan menentukan DPT itu adalah KPU. KPU juga sering mengundang kami untuk menyinkronkan DPT itu. Jadi menurut kami DPT itu clean and clear. Setiap ada perta-nyaan dari timses atau partai kan dibuka bersama, semua sepakat,” kata Tjahjo.

Tjahjo membantah jika ada 17 juta DPT siluman seperti yang disebutkan salah seorang saksi untuk pasangan Prabowo-Sandiaga. Dia menegaskan daftar yang diserahkan Kemendagri ke KPU sudah clear and clean. “Nggak ada (DPT siluman). Kalau di data yang kami sampaikan ke KPU itu fix, clean and clear,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.