Rabu, 8 Februari 23

Hadiri Upacara Tawur Agung Kesanga Nyepi, Wamenag Zainut: Jadikan Agama sebagai Sumber Inspirasi

Hadiri Upacara Tawur Agung Kesanga Nyepi, Wamenag Zainut: Jadikan Agama sebagai Sumber Inspirasi
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri upacara Tawur Agung Kesanga yang menjadi rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1944 di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (2/3/2022). (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri upacara Tawur Agung Kesanga yang menjadi rangkaian dari perayaan Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Caka 1944 di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (2/3/2022).

Acara ini juga diadiri Plt Dirjen Bimas Hindu Komang Sri Marheni, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek Hilmar Farid, Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnu Bawotarunajaya, Sekda Provinsi Jateng Sumarno, Ketua Umum PHDI Mayjen Purn Wisnu Bawatanaya, Bupati Klaten Sri Mulyani, Ketua Panitia Nasional Brigjen TNI Putra Widyastawa, Kakanwil Kemenag Jateng Mustain Ahmad dan Kakanwil Kemenag DIY Masmin Afif, serta umat Hindu dari berbagai daerah.

 

 

 

Mewakili Menteri Agama, Wamenag Zainut menyampaikan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1944. Kepada umat Hindu, Wamenag berpesan tentang pentingnya menjadikan agama sebagai sumber inspirasi.

“Dalam berbagai kesempatan Bapak Menteri Agama selalu menekankan bahwa agama harus menjadi sumber inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan pemahaman ini maka diharapkan dalam beragama tak hanya akan terwujud kedekatan makhluk dengan Tuhan, namun juga memunculkan sikap saling menghormati, toleransi dan sekaligus memuliakan alam seisseisinya,” tutur Wamenag.

Peringatan Hari Suci Nyepi kali ini mengusung tema “Aktualisasi Nilai Tattwam Asi dalam Moderasi Beragama menuju Indonesia Tangguh”. Menurut Wamenag, perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1944 ini tepat untuk menjadi momentum mengimplementasikan ajaran “tat twam asi” yang bermakna “aku adalah engkau”.

“Ajaran ini harus menginspirasi untuk saling menghormati, saling rukun, dan bertoleransi,” tegas Wamenag.

“Dengan inspirasi ajaran “tat twam asi” tersebut, sudah sepatutnya umat Hindu memperlakukan orang lain apa pun agama, suku, dan kelas sosialnya secara adil tanpa ada diskriminasi,” sambungnya.

Wamenag menilai ajaran “tat twam asi” menjadi salah satu inti moderasi beragama yang roadmap-nya telah selesai disusun oleh Kementerian Agama dan akan menjadi acuan kehidupan bermasyarakat di seluruh Indonesia.

Berkenaan dengan Nyepi, Wamenag mengatakan bahwa inti dari perayaan itu adalah “menyepikan diri”. Umat Hindu diajak untuk melakukan “pengendalian diri” dengan 4 (empat) cara yaitu: Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, Amati Lelanguan, yang dikenal dengan Catur Brata.

Pelaksanaan Catur Brata penyepian, kata Wamenag, merupakan kesempatan bagi umat Hindu untuk melakukan renungan suci dan intropeksi diri secara mendalam sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Sehingga, umat Hindu bisa menemukan cahaya teduh diri dan menjadi lentera dalam menatap masa depan bangsa dan negara.

“Dengan memaknai Hari Raya Nyepi, saya percaya umat Hindu akan dapat lebih berkontribusi dan berperan aktif dalam menciptakan keharmonisan, memelihara kerukunan, dan membangun rasa persaudaraan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang cinta damai,” tuturnya.

“Seluruh umat Hindu dapat menjadikan perbedaan-perbedaan yang ada sebagai perekat persatuan dan persaudaraan antar sesama anak bangsa,” sambungnya.

Selamat Hari Raya Nyepi bagi seluruh umat Hindu! (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.