Senin, 29 November 21

Gubernur: Inflasi Sumbar Karena Puasa

Gubernur: Inflasi Sumbar Karena Puasa

Sawahlunto, Obsessionnews – Pola konsumsi rumah tangga di Sumatera Barat (Sumbar) yang berlebihan selama Bulan Ramadan menyebabkan ketimpangan dan ketidakseimbangan jumlah supply dan demand kebutuhan pokok di pasaran. Konsekuensi logisnya, persediaan kebutuhan pokok di pasaran menipis dan harganya melonjak.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, dampaknya, laju inflasi Provinsi Sumbar meningkat drastis selama Ramadan. Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak berlebihan dalam membeli, menyiapkan, dan mengkonsumsi makanan dan minuman selama Bulan Ramadan.

Peningkatan konsumsi masyarakat di Bulan Ramadan dimana umat Muslim diperintahkan oleh Tuhannya untuk melaksanakan ibadah puasa melalui pengendalian diri, menahan nafsu, menahan rasa lapar dan haus.

Menurut Irwan Prayitno adalah ironi yang patut dijadikan catatan dan dipertanyakan.

“Amat disayangkan, di Bulan Ramadan, ketika kita berpuasa tidak makan dan minum, kebutuhan makan minum kita justru lebih banyak dibanding bulan-bulan biasa di luar Bulan Ramadan,” kata Irwan Prayitno ketika memberikan sambutan dan arahan dalam Kunjungan Tim Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Mesjid Al-Falah di Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, Sabtu malam (11/6).

Irwan Prayitno menggarisbawahi tingkat konsumsi masyarakat Sumbar selama Bulan Ramadhan yang selalu lebih tinggi di antara bulan-bulan lain setiap tahunnya. Berbanding lurus dengan itu, lonjakan inflasi Sumbar paling signifikan setiap tahunnya selalu terjadi di bulan Ramadhan.

Lebih lanjut dikatakan, Inflasi pada akhirnya akan merugikan dan menyulitkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai pihak yang berwenang mengendalikan dan menjaga harga kebutuhan pokok di pasaran. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat untuk mengurangi perilaku konsumsi berlebihan selama Bulan Ramadhan sangat diharapkan dalam rangka mencegah inflasi Sumbar merangkak naik.

“Tidak perlu menyiapkan makanan berbuka secara berlebihan. Selain mubazir dan menjadi teman setan, itu juga merugikan karena akan menyebabkan inflasi.” tegasnya.

Gubernur menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan kepada Pengurus Mesjid Al-Falah berupa uang sebesar Rp.20 juta dan 3 gulung tikar masjid.

Rombongan safari Ramadhan bersama gubernur Kepala Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar Syahril, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar Irwan, dan Kepala Dinas Sosial Sumbar Abdul Gafar.

Kunjungan Tim Safari Ramadan ke Mesjid Al-Falah ini didampingi oleh Walikota Sawahlunto Ali Yusuf beserta segenap jajaran Forkopimda Kota Sawahlunto. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.