Sabtu, 25 September 21

Ganjar Sidak Ke Kantor Pemprov Jateng

Ganjar Sidak Ke Kantor Pemprov Jateng

Semarang, Obsessionnews – Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) nampak terbengong saat pimpinan mereka, Ganjar Pranowo, tiba-tiba datang ke halaman kantor pada Jum’at (27/11/2015). Dengan cekatan, orang nomor satu di Jateng itu memotret plat-plat kendaraan yang masih terparkir di pelataran gedung.

Beberapa dari mereka berusaha mengelak saat ditanya kepemilikan kendaraan yang ada. Bahkan, saat politisi PDI-P itu selesai sidak di dalam, terlihat satu buah mobil Avanza yang akan masuk ke lingkungan kantor, langsung memutar balik dan kabur.

Puas menyasar halaman, Ganjar berjalan menuju Taman KB yang terletak persis di sebelah tempat kerja para eksekutif Jawa Tengah itu. Disana, sejumlah mobil terparkir rapi mengelilingi taman. Padahal, biasanya wilayah tersebut sepi dari parkir kendaraan roda empat. Kuat diduga, mobil-mobil itu adalah milik para oknum PNS.

Aksi Ganjar ini sebagai bentuk pengawasan terhadap penerapan Surat Keputusan Gubernur Nomor 55/54 Tahun 2015 tentang Hari Bebas Kendaraan yang jatuh setiap Jum’at. Aturan yang mulai berlaku sejak dua bulan lalu berfungsi sebagai bentuk pengurangan emisi gas buang kendaraan bermotor.

Ganjar memulai aksinya sekitar pukul 06.30 WIB. Dia berangkat dari kediaman, Puri Gedhe sejak jam enam pagi dengan menggunakan sepeda kayuh. Sesampainya di kantor, Ganjar langsung menghampiri sejumlah kendaraan yang masih terparkir.

Ditemui seusai sidak, Ganjar mengaku cukup puas atas sikap bawahannya yang mayoritas sudah mau mentaati kebijakan. Memang, dari pengamatan obsessionnews.com, banyak dari para PNS berangkat kerja menggunakan angkutan umum atau sepeda.

“Saya lihat hari ini, tidak ada yang nekat (masuk) saya cukup lega,” ujarnya dengan masih menggunakan atribut olahraga.

Meski begitu, Ganjar masih curiga dengan kendaraan roda empat yang terparkir di sekitar taman KB. Pihaknya menegaskan bakal memeriksa lebih lanjut terkait kepemilikan mobil-mobil tersebut. Dia mengaku ada sejumlah oknum PNS yang datang bermodus diantar dengan tetap memakai kendaraan pribadi.

“Tindakan ini soal komitmen, soal ketaatan melaksanakan aturan. Kita akan sama-sama melihat apakah uji coba ini akan berhasil atau tidak,” terangnya lagi.

Terkait PNS yang mengakali dengan antar-jemput saat bekerja, Ganjar menilai hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, tujuan dibuatnya aturan untuk mengurangi dampak emisi gas buangan.

“Artinya itu musti tidak dianter. Naik angkutan umum saja,” tambah pria berambut putih itu.

Kedepan, dia akan menyediakan shelter bus di depan sepanjang jalan Pahlawan untuk memudahkan pengguna kendaraan umum. Diharapkan, tersedianya shelter mampu menambah minat masyarakat dan PNS memakai angkutan massal. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.