Kamis, 9 April 20

Gairahkan Wisata, Pemerintah Pertimbangkan Beri Insentif untuk Wisman dan Wisnus

Gairahkan Wisata, Pemerintah Pertimbangkan Beri Insentif untuk Wisman dan Wisnus
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas untuk membahas dampak wabah korona ini ke dunia pariwisata nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). (Foto: presidenri.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com -Saat daya saing pariwisata Indonesia tengah meningkat dari tahun ke tahun, wabah virus korona terjadi di Tiongkok.

Karena itulah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas untuk membahas dampak wabah korona ini ke dunia pariwisata nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Jokowi mengatakan, salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah adalah pemberian diskon atau insentif, baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus), termasuk kemungkinan untuk travel bironya.

Jokowi mengungkapkan, diskon atau insentif bagi wisman yaitu 30 persen dari tarif riil.

“Tapi nanti kita putuskan, ini belum diputuskan. Mungkin kita beri waktu selama 3 bulan ke depan, untuk destinasi-destinasi yang nanti juga akan kita putuskan,” ujar Jokowi.

Untuk destinasi wisata ke mana, lanjutnya, termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik atau wisnus yang bisa nanti diberikan juga minus 30 persen.

“Dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih misalnya 50 persen, sehingga betul-betul menggairahkan dunia wisata kita karena memang sekarang baru ada masalah karena virus korona,” tandasnya.

Menurut Jokowi, peringkat daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index dari tahun ke tahun memang semakin baik. Tercatat pada 2015 Indonesia berada pada peringkat 50, kemudian naik menjadi peringkat ke-42 pada 2017, dan naik lagi menjadi peringkat ke-40 pada 2019.

Meski demikian peringkat Indonesia tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Jokowi meminta hal tersebut dijadikan catatan untuk perbaikan peringkat Indonesia ke depannya.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31. Saya kira ini menjadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki dari 4 subindeks dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia,” tuturnya.

Jokowi menjelaskan, bahwa dalam indeks tersebut Indonesia memiliki 5 keunggulan dibandingkan negara lain, yaitu yang berkaitan dengan daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, serta daya tarik budaya dan kunjungan bisnis.

“Kita masih lemah dalam lima pilar lainnya, yaitu di bidang lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, ini yang dalam pembenahan terus, kemudian keamanan.Kemudian yang juga masih kurang di kesiapan teknologi informasi. Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas,” paparnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.