Kamis, 9 April 20

Orang Tua Korban Asusila di Hotel Jalan Setia Budi Sedih

Orang Tua Korban Asusila di Hotel Jalan Setia Budi Sedih
* Ilustrasi Asusila. (Foto: NADpost.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dugaan tindak pidana keasusilaan yang melibatkan seorang pejabat di Pemprov Papua dengan inisial AG dan korbannya seorang siswi SMA di Jakarta masih bergulir di Kepolisian Metro Resort Jakarta Selatan.

Pada Selasa (11/2/2020) kedua orang tua korban yang di dampingi kuasa hukumnya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebuah Hotel yang terletak di jalan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Dari keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Senin (17/2), Ketua tim kuasa hukum dari Aliansi Pengacara LSM Kontra Kekerasan Seksual, Pieter Ell mengatakan, dalam pertemuan tersebut yang juga di hadiri oleh management hotel kedua orang tua meminta informasi dari pihak management hotel soal kejadian pada hari itu.

“Pada saat kejadian tanggal 28 Januari 2020 seorang pria sebagaimana terekam di CCTV melakukan Chek-in di resepsionis seorang diri tanpa membawa koper melainkan hanya Tas kecil mirip tas laptop,” ujar Pieter.

Kemudian tamu tersebut yang diduga AG oleh resepsionis di berikan kunci kamar dan menempati kamar 517 di lantai 5 yang terletak di sebelah kanan Lift Hotel lantai 5.

Beberapa waktu kemudian seorang pelajar SMA mendatangi loby Hotel dan bertemu dengan penghuni kamar 517 di restaurant Hotel yang terletak di loby.

“Sambil memesan minuman es teh leci selanjutnya penghuni kamar 517 bersama siswi tersebut menuju ke lantai
5 dan masuk ke kamar 517,” tutur Pieter.

Beberapa saat kemudian tamu wanita tersebut meninggalkan kamar 517 diantar oleh AG menuju ke loby Hotel. “Tamu wanita pergi meninggalkan Hotel dengan menggunakan jasa layanan Online,” jelasnya.

Pieter menambahkan, setelah mendapat penjelasan dari management Hotel tersebut maka kedua orang tua korban berkeinginan untuk melihat langsung lokasi kejadian dan diantar oleh management Hotel ke kamar 517.

Dari penjelasan tersebut, kedua orang tua memastikan kalau lift yang di gunakan oleh tamu tidak menggunakan akses, kemudian ibu korban juga mencicipi es teh leci yang mirip dengan es teh leci yang pernah di konsumsi oleh korban pada 28 Januari 2020 saat kejadian.

Setelah itu melihat kondisi kamar Hotel 517 kurang lebih berukuran 2×3 meter dengan harga sekitar lima ratus ribu rupiah/malam.

Pieter mengatakan, kedua orang tua korban sangat sedih dan terpukul setelah melihat langsung ke TKP kasus tindak pidana keasusilaan tersebut.

“Berharap kasus ini segera di proses sampai pengadilan untuk mendapatkan keadilan dan meminta Lembaga Perlindungan Saksi Korban untuk tetap melindungi korban,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.