Minggu, 19 September 21

Gadis Cantik Minang Ini Jadi Guru Ngaji di Amerika

Gadis Cantik Minang Ini Jadi Guru Ngaji di Amerika
* Alya Lawindo. (Youtube/VOA Indonesia)

Cerita inspiratif datang dari gadis cantik Alya Lawindo. Meski lahir dan besar di Amerika Serikat (AS), tak membuatnya melupakan asal usulnya di tanah Minang.

Sejak remaja, Alya memutuskan menjadi bagian dari komunitas Muslim di AS. Ia mulai menekuni profesi sebagai seorang guru mengaji bagi anak-anak.

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa cinta Tanah Air, Alya juga kerap memperkenalkan budaya Minang dalam berbagai kesempatan.

Alya telah menjadi salah satu relawan Madrasah sejak lima tahun lalu. Semangat dan ketekunan Alya membuat ia mendapatkan penghargaan dari IMAAM (Indonesian Muslim Association in America) sebagai relawan muda pada 2019.

Ia mengajar mengaji anak-anak secara daring. Meski begitu, anak-anak didiknya, tetap rajin mengikuti segala arahan Alya. Ia juga mengaku senang dengan profesinya ini. Terlebih kala melihat anak-anak tersebut, mampu membaca Alquran dengan baik dan benar.

“Rasanya senang melihat anak-anak kecil belajar mengaji,” ungkapnya dalam channel Youtube VOA Indonesia.

Hal ini pun tak terlepas dari dukungan dari keluarga Alya. Terlebih sang ibu dulunya merupakan seorang guru mengaji di salah satu lembaga pendidikan agama.

Melihat hal tersebut, Alya semakin terpacu untuk membantu anak-anak belajar mengaji.

“Apalagi karena bunda dari dulu pernah jadi guru mengaji di madrasah bertahun-tahun. Waktu Alya remaja, Alya berpikir mungkin sudah waktunya untuk mengajari anak apalagi untuk komunitas anak Indonesia di Amerika,” paparnya.

Tak hanya itu, mahasiswi S1 Hubungan Internasional di American University ini juga dikenal aktif membantu memperkenalkan budaya Minang. Bersama orangtuanya, ia pun mendirikan komunitas bernama Rumah Gadang di AS.

Kedua orangtua Alya pun selalu mengajarkan anak-anaknya untuk mencintai budaya serta membantu melestarikannya. Agar adat istiadat tak luntur meski jauh di rantau.

“Bila dekat, saling berkunjung. Bila jauh, saling berkabar. Tanda cinta pada ranah Minang, jangan lupakan adat budaya,” pesan Alya dalam bahasa Minang. (Dream/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.