Jumat, 6 Desember 19

Eksekutif dan Legislatif Diminta Jaga KPK

Eksekutif dan Legislatif Diminta Jaga KPK
* Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: kpk.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pendiri politik dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menyebutkan, aksi mahasiswa yang menuntut agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terjadi di depan gedung DPR dua hari belakangan ini tidak ditunggangi oleh kelompok tertentu.

Tak hanya itu, Alumnus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini juga mengatakan, gerakan dan tuntutan mahasiswa yang sekarang juga tak perlu dilabeli dengan macam stigma. Hal itu tidak akan banyak membantu untuk meredam aksi mereka.

Baca juga: Enam Ciri Gerakan Murni Mahasiswa di Depan Gedung DPR

“Alih-alih membantu, yang ada adalah stigma itu seperti mengulang kisah lama yang justru pernah dialami oleh sebagian elit yang ada saat ini. Saat mana mereka ikut serta dalam menggulirkan reformasi 98. Di saat itu, segala macam stigma ditimpakan pada aksi mahasiswa. Buktinya tak ada yang mampu meredam bergulirnya reformasi,” ungkap Ray melalui pesan singkatnya, Rabu (25/9/2019).

Maka dari itu, lanjut Ray, sejatinya gerakan yang ada saat ini jadi momentum untuk sekaligus mengevaluasi sejauh apa agenda-agenda reformasi terwujud dalam sistem berbangsa dan bernegara saat di mana aktivis atau aktor-aktor reformasi 98 banyak menempati posisi elit kekuasaan.

Menurutnya, gerakan mahasiswa yang menuntut reformasi jangan dikorupsi bisa muncul dengan luas dan massifnya di mana aktivis reformasi banyak di dalam posisi berkuasa. Dia menekankan, jelas ada sesuatu yang harus dibenahi.

Baca juga: Faisal Amir Mahasiswa Kerusuhan di DPR Alami Pendarahan Otak

“Gerakan ini bukan hanya kritik pada legislatif atau eksekutif, tapi sekaligus pada aktivis 98 yang berada di barisan elit politik saat ini. Dengan berjejernya barisan aktivis 98 di elit politik, maka sejatinya gerakan massa dengan tuntutan seperti saat ini tidak akan terjadi,”ungkap pria berdarah Mandailing Natal ini.

Oleh karena itu, dia berharap kepada legislatif atau eksekutif agar selalu menjaga KPK, perberatlah hukuman para koruptor, bahkan memiskinkan mereka, jagalah HAM, jagalah kebebasan warga, jauhkan negara dari wilayah privat, perbaiki birokrasi, professionalkan polisi agar jadi pengayom dan pelindung masyarakat, muliakan petani dan nelayan, permudah urusan dan fasilitas mereka untuk dapat sejahtera, dan jaga pluralisme bangsa.

“Tugas kita bukan meredam aksi mahasiswa, tapi menjaga agenda reformasi jangan sampai dibajak untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.