Rabu, 20 November 19

Membaca Aksi Mahasiswa Melalui Penglihatan Gustave Le Bon Ihwal Revolusi

Membaca Aksi Mahasiswa Melalui Penglihatan Gustave Le Bon Ihwal Revolusi
* Hendrajit. (Foto: FB Hendrajit)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Logika jarang sekali memainkan pengaruh pada asal usul timbulnya sebuah peristiwa. Karena yang harus kita pahami adalah karakteristik massa, bukan karakteristik perorangan, yang membentuk peristiwa dan kejadian.

Apa itu? Keyakinan yang tertanam di alam bawah sadar, yang tak terjelaskan dan tak bisa dibuktikan oleh alasan apa pun, namun diterima dengan mudahnya oleh jiwa jiwa yang tercerahkan dari semua usia.

Apa yang kita atau anda mulai, besar kemungkinan tak bisa kita kontrol dalam proses perjalanannya.

Sehingga keputusan-keputusan semula yang kita maksud tidak terjadi. Yang jadi penyebab justru timbul berkat keputusan-keputusan yang bukan maksudnya semula.

Berkata Gustave Le Bon,”Para aktor dalam drama revolusi, tidak mempelajari peranan yang mereka mainkan lebih dulu. Karena peranan mereka didikte oleh kekuatan yang tak terlihat.

Para aktor drama revolusi tak pernah menduga bahwa kekuatan tak terlihatlah yang sebenarnya memaksa mereka untuk bertindak. Mereka bukan penguasa dari kemarahan atau kelemahan mereka. Mereka bicara atas nama sebab, seolah olah dibimbing sebuah alasan. Padahal kenyataannya, sebab sama sekali bukan hal yang mendorong mereka.”

Begitu kata Le Bon dalam The Psychology of Revolution. Dengan kata lain logika sama sekali tidak mendikte peristiwa-peristiwa yang timbul.

Ada masa lalu yang tetap bersemayam dalam diri kita, itulah keyakinan yang terbenam di alam bawah sadar. Namun diterima oleh jiwa yang tercerahkan. Kemudian menjelma menjadi psikologi kelompok.

Ketika keyakinan di alam bawah sadar diterima secara suka rela, kemudian menyatu menjadi niat dan impian, maka niat dan impian itu menghasilkan motif kuat untuk suatu tindakan.

Impian, cita cita, legenda, atau hal hal yang nyata namun tersembunyi, merupakan elemen yang membentuk sejarah. Sebab hal itu semua adalah sumber harapan.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.