Senin, 21 September 20

Eks PM Australia Minta Bungkam Putrinya Diperkosa

Eks PM Australia Minta Bungkam Putrinya Diperkosa
* Rosslyn (paling kiri) bersama Bob Hawke dan istrinya, Hazel, tahun 1987. (BBC)

Mantan Perdana Menteri (PM) Australia Bob Hawke meminta putrinya merahasiakan klaim pemerkosaan demi karier politik.

Putri mantan PM Australia, Bob Hawke, mengklaim dirinya diperkosa pada 1980-an, namun sang ayah memintanya untuk bungkam agar tidak membahayakan karier politiknya.

Pernyataan Rosslyn Dillon tercantum dalam berkas pengadilan yang dilihat situs Australia The New Daily.

Dillon mengklaim dirinya diperkosa Bill Landeryou, seorang anggota parlemen dari Partai Buruh. Baik Hawke maupun Landeryou kini sudah wafat.

Perempuan berusia 59 tahun tersebut saat ini tengah menuntut harta senilai A$4 juta (Rp38,3 miliar) atas tanah milik mendiang ayahnya.

Dalam pernyataan tertulis, Dillon mengatakan bahwa ia diperkosa Landeryou ketika bekerja di kantor anggota parlemen tersebut. Pada saat itu, Hawke tengah berupaya menjadi pemimpin Partai Buruh.

Dillon, yang pernyataannya tercatat dalam berkas pengadilan, mengaku mengalami tiga kali pelecehan seksual pada 1983.

Setelah kali ketiga, ia memberitahu ayahnya bahwa ia telah diperkosa dan ingin melaporkannya ke polisi.

Bob Hawke menjadi perdana menteri Australia sejak 1983 hingga 1991. (BBC)

Namun, sang ayah justru mengatakan: “Kamu tidak boleh melakukannya. Ayah tidak boleh terlibat kontroversi apapun saat ini. Ayah minta maaf tapi Ayah sedang mencoba mendapatkan tampuk kepemimpinan Partai buruh,” demikian tertulis dalam berkas tersebut.

Saudara perempuan Dillon, Sue Pieters-Hawke, mengatakan kepada The New Daily bahwa keluarganya mengetahui klaim pemerkosaan tersebut.

“Ia memang memberitahu orang-orang pada saat itu. Saya yakin ada respons dukungan, namun tidak melibatkan sistem hukum,” ujarnya dalam situs tersebut.

Anggota keluarga lainnya belum berkomentar apapun kepada media-media Australia.

Landeryou, yang juga mantan pejabat serikat kerja, menjadi anggota parlemen pada periode 1976-1992. Ia dan Hawke disebut memiliki hubungan yang baik sepanjang masa pemerintahan Hawke.

Hawke adalah figur dominan dalam peta politik Australia era 1980-an, dengan memenangkan empat pemilihan umum.

Ia mengenalkan perubahan ekonomi dan sosial yang menyapu negaranya, sembari memupuk citra diri di mata publik sebagai sosok peminum bir yang rendah hati.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.