Sabtu, 28 Mei 22

Dugaan Money Politics Muswil KAHMI Jatim Dilaporkan ke Jusuf Kalla

Dugaan Money Politics Muswil KAHMI Jatim Dilaporkan ke Jusuf Kalla
* Pertemuan MD KAHMI Surabaya dengan Jusuf Kalla. (Foto: Dok Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Surabaya mendatangi Jakarta untuk bertemu dengan Majelis Nasional (MN) KAHMI. Pertemuan tersebut secara sepesifik untuk melaporkan hasil Musyawarah Wilayah KAHMI Jatim belum lama ini.

Mereka bertemu dengan Ketua Dewan Etik MN KAHMI M Jusuf Kalla, dan Ketua Dewan Pembina MN KAHMi Akbar Tanjung. Selain silaturahmi, jajaran MD KAHMI Surabaya melaporkan adanya dugaan praktik money politics dalam Muswil KAHMI Jatim yang melibatkan oknum pejabat di dua institusi negara.

“Memang perlu dilaporkan kepada Majelis Nasional mengenai hasil Muswil KAHMI Jatim kemarin. Alhamdulillah sudah selesai dilaksanakan, ada dugaan Muswil diwarnai dengan money politics atau politik transaksional yang melibatkan oknum pejabat negara,” ujar Koordinator Presidium MD KAHMI Surabaya Taufikurrahman di Jakarta, Minggu (6/6).

Dengan laporan ini, Taufik bersama jajaran MD KAHMI Surabaya berharap semua ini menjadi pembelajaran bersama bahwa perhelatan Muswil atau Munas KAHMI tidak lagi terjadi adanya kecurangan dengan money politics.

KAHMI kata dia, adalah wadah organisasi untuk para alumni yang masih mengedepankan etika, bukan tanpa aturan. Harusnya Muswil lebih mengedepankan musyawarah mufakat, bukan mengedepankan uang sebagai alat untuk membeli suara.

MD KAHMI Surabaya bertemu dengan Akbar Tanjung.

“Harapannya ini tidak terulang lagi, apalagi kalau itu sampai melibatkan oknum atau pejabat negara. KAHMI harus dikembali pada jatidirinya yang masih memegang nilai-nilai dasar HMI,” ujar Taufik.

Jusuf Kalla yang juga Alumni HMI mengaku juga mendengar adanya isu politik uang dalam pemilihan Presidium KAHMI Jatim kemarin. Mantan Wapres JK pun berharap isu tersebut tidak benar. Namun jika benar harus diselesaikan dengan cara-cara etika yang baik.

“Kalau pun benar Muswil KAHMI Jatim kemarin ada kecurangan politik uang, maka harus diselesaikan juga dengan cara-cara etika yang baik. Kita tidak ingin kepemimpinan di KAHMI adalah kepemimpinan yang diburu-buru, tapi kepimpinan yang baik,” kata JK.

Sebelumnya ditempat terpisah, pada Sabtu (5/6) MD KAHMI Surabaya juga bertemu dengan Viva Yoga Presidium MN KAHMI dan Sekjen MN KAHMI Manimbang. Pertemuan tersebut juga dilaporkan hasil Muswil KAHMI Jatim yang diduga banyak terjadi kecurangan. 

Diketahui dalam Muswil KAHMI Jatim kemarin salah satu tokoh Ridwan Hisjam masuk dari 7 orang yang terpilih sebagai Presidium KAHMI Jatim. Namun, sebelum ditetapkan, Ridwan akhirnya mundur dari jabatan tersebut dan diserahkan kepada Imam Nasrullah anggata DPRD Ngawi dari Fraksi Golkar.

Selain ingin menyerahkan kepada yang lebih junior, dan ikut menyemarakan Muswil KAHMI, Ridwan juga mengaku mundurnya ia sebagai presidium KAHMI juga karena mendengar informasi akurat tentang dugaan politik transaksional dengan adanya intervensi dari para oknum pejabat negara.

“Kalau memang itu benar, mestinya itu tidak terjadi. Karena cukup menciderai pelaksanaan Muswil KAHMI yang diharapkan bersih dari kecurangan, ataupun politik transaksional,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.