Sabtu, 26 September 20

Dipecat, Ruhut: Ada yang Kompor-kompori SBY

Dipecat, Ruhut: Ada yang Kompor-kompori SBY
* Ruhut Sitompul.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ruhut Sitompul telah dinonaktifkan sebagai juru bicara (jubir) Partai Demokrat. Kabar pemberhentiannya sebagai jubir diterima oleh Ruhut melalui SMS dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ruhut mengungkapkan, dirinya dipecat karena ada yang tidak suka atas pernyataannya yang keras terhadap kasus korupsi. Mereka, katanya,  lalu membisik-bisikkan ke SBY. “Mereka kompor-kompor Pak SBY, jangan Ruhutlah koordinatornya‎,” kata Ruhut di Jakarta, Senin (21/8/2016)

Mereka itu, kata Ruhut, adalah Amir Syamsuddin bersama teman-teman dekatnya. Amir, kata Ruhut, tidak suka dengan ia meminta Wakil Bendahara Umum PD Putu Sudiartana dipecat karena tertangkap tangan oleh KPK melakukan korupsi.

“Si Putu tertangkap tangan, aku tetap merujuk pakta integritas. Aku bilang pecat! Kawan-kawan tersinggung. Dipimpin oleh Amir (Syamsuddin -red), dia mengumpulkan orang-orang gua (jubir-jubir PD -red),” tuturnya.

Padahal ,menurutnya, sikap tegasnya itu kepada kasus korupsi ‎sesuai dengan instruksi SBY, yakni memerangi korupsi dan mendukung KPK. “Ingat, Pak SBY, ingat. Mereka bilang aku terlalu mendukung KPK. Tapi kan KPK memang benar, harus didukung,” terangnya.

Berikut empat poin sms SBY ke Ruhut yang beredar di media.

1. Saya mengikuti dinamika perpolitikan dewasa ini dan saya nilai saudara benar-benar tidak mengikuti kebijakan dan garis partai terutama Ketum PD karena pernyataan-pernyataan yang saudara keluarkan tidak mencerminkan posisi PD dan garis saya selaku Ketum PD.

2.Sudah cukup sering saya berikan peringatan terhadap pernyataan saudara, tetapi tidak diindahkan. Terus terang ini sangat merugikan kepentingan PD ke depan.

3.Melalui sistem yang belaku di PD saya mempertimbangkan tindakan yang tepat untuk saudara. Dan untuk sementara saya menonaktifkan kedudukan saudara sebagai koordinator Jubir PD.

4. Untuk diindahkan dan dilaksanakan.

(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.