Kamis, 8 Desember 22

Diikuti 28 Negara, Rifkanisa Nur Faiza Harumkan Nama UGM di Kompetisi Mahasiswa Kedokteran Asia

Diikuti 28 Negara, Rifkanisa Nur Faiza Harumkan Nama UGM di Kompetisi Mahasiswa Kedokteran Asia
* Rifkanisa Nur Faiza, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). (Foto: Humas UGM)

Obsessionnews.com –  Rifkanisa Nur Faiza, mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mencetak prestasi cemerlang. Dia berhasil mengharumkan nama UGM di tingkat internasional. Ia bersama dengan rekan kerja, yakni tim Erudite dari Universitas Sam Ratulangi, dan Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih juara 1 kategori Poster Ilmiah dari kompetisi Asian Medical Students’ Conferences (AMSC) 2022 di Korea University, Seoul pada 17-23 Juli 2022.

 

Baca juga:

Selamat! UGM Gondol Juara Umum 3 Kontes Robot Indonesia 2022

Para Penyandang Disabilitas Miliki Semangat Besar Ikuti Seleksi CBT UM UGM

FMIPA UGM dan PHE Buat Alat Tingkatkan Cadangan Produksi Migas

 

 

Rifkanisa menerangkan, AMSC 2022 merupakan kompetisi yang diperuntukkan bagi kedokteran di Asia. Pada kompetisi tahun ini diikuti tim-tim kuat dari 28 negara di kawasan Asia Pasifik dan Oceania.

Sebelum melaju di babak final ia mengatakan, timnya harus bersaing dengan peserta lainnya di tingkat nasional dalam Pre Conference Competition AMSC 2022), dan berhasil mendapatkan peringkat pertama. Selanjutnya mewakili Indonesia di tingkat internasional.

“Di tingkat internasional diseleksi lagi dan 9 terbaik berhak mengikuti final untuk mempresentasikan gagasannya. Sembilan terbaik ini merupakan tim yang berasal dari Inggris, Thailand, Indonesia, India, Singapura, serta Korea Selatan,” ujar Rifkanisa seperti dikutip dari keterangan tertulis Humas UGM, Senin (25/7/2022).

Dia memaparkan timnya terpilih menjadi juara dengan mengajukan karya berupa systematic review & meta-analysis dengan judul Breaking Through Barriers on Improving Balance and Gait in Parkinson’s Disease: A Systematic Review and Meta-Analysis of Virtual Reality Telerehabilitation. Ia menjelaskan dalam karya yang mereka ajukan menekankan pada penggunaan Virtual Reality (VR) Telerehabilitation untuk meningkatkan keseimbangan dan gaya berjalan pada pasien Parkinson’s Disease (PD).

Mengapa tim ini mengajukan usulan tersebut? Rifkanisa menyampaikan bahwa penyakit Parkinson (PD) adalah gangguan neurodegeneratif  dan gerakan paling umum secara global dengan prevalensi meningkat 155,5% dalam 20 tahun. Karenanya mereka tergerak untuk berkontribusi membantu mencarikan solusi terapi bagi penderita penyakit tersebut.

Ia menyebutkan upaya rehabilitasi dini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi motorik, kontrol postural, keseimbangan, dan kekuatan pasien parkinson. Sementara rehabililtasi dengan telerehabilitasi VR bisa lebih menghemat biaya dan waktu dan meningkatkan akses ke rehabilitasi klinis. Selain itu, cara ini juga memiliki efektivitas layaknya perawatan tatap muka.

Dari beberapa penelitian sebelumnya dikatakan Rifkanisa jika pasien parkinson dengan VR Telerehabilitiation secara signifikan memiliki peningkatan keseimbangan, gaya berjalan, dan kualitas hidup yang lebih baik daripada rehabilitasi konvensional. Berbagai rangsangan dalam VR dapat meningkatkan sensitivitas organ sensorik dan rangsangan ritmik dapat mengganggu gangguan irama sistem saraf, meredakan kejang otot, dan meningkatkan pusat perbaikan postural. Selain itu, adegan buatan dalam VR membuat proses perawatan menjadi menyenangkan, meningkatkan optimisme, pengalaman, dan kepatuhan pasien.

“VR juga menggunakan aktivitas sehari-hari sehingga lebih relevan untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi sehari-hari,” ujar Rifkanisa. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.