Sabtu, 13 Agustus 22

Para Penyandang Disabilitas Miliki Semangat Besar Ikuti Seleksi CBT UM UGM

Para Penyandang Disabilitas Miliki Semangat Besar Ikuti Seleksi CBT UM UGM
* Seorang penyandang tunanetra yang didampingi mahasiswa  mengikuti Tes Berbasis Komputer Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada  (CBT-UM UGM) 2022. (Foto: Humas  UGM)

Obsessionnews.com – Sebanyak 12 orang penyandang disabilitas mengikuti Tes Berbasis Komputer Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada  (CBT-UM UGM) 2022.

 

Baca juga:

FMIPA UGM dan PHE Buat Alat Tingkatkan Cadangan Produksi Migas

Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Greenwave Environmental Care Competition

Bagaimana Cara Diet Aman dan Sehat? Yuk, Simak Pemaparan Ahli Gizi UGM

 

 

“Pada CBT-UM UGM kali ini diikuti 40.594 peserta dengan 12 orang diantaranya merupakan penyandang disabilitas,” kata Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Dr. Sri Peni Wastutiningsih, dikutip dari situs resmi UGM, Selasa  (5/7/2022).

 

12 penyandang disabilitas yang mengikuti CBT-UM UGM meliputi 1 orang penyandang tunanetra, 1 orang penyandang tunarungu, 1 orang penyandang Tuli, 3 orang penyandang low vision, serta 6 orang penyandang tunadaksa. Peserta ujian disabilitas mengikuti tes pada Senin (4/7) dengan 11 orang di antaranya di Kampus UGM Yogyakarta dan 1 orang di Kampus UGM Jakarta.

 

Peni menjelaskan, peserta ujian penyandang disabilitas difasilitasi pendampingan saat pelaksanaan ujian. Pendampingan dilakukan oleh mahasiswa dari UKM Peduli Difabel. Sebelum hari pelaksanaan ujian para pendamping melakukan koordinasi untuk memetakan kebutuhan peserta ujian terutama akses saat berada di lokasi ujian.

 

Saat hari pelaksanaan ujian, pendamping bertugas mengarahkan peserta sejak tiba di lokasi hingga masuk ke ruang ujian. Pendampingan juga dilakukan saat ujian, salah satunya bagi penyandang tunanetra.

 

Di samping fasilitasi pendamping, kata Peni, UGM juga menyiapkan peralatan dan software khusus yang akan digunakan penyandang tunanetra, di antaranya headset dan program screen reader yang memudahkan peserta penyandang tunanetra memahami soal ujian melalui suara.

 

Aulia Rachmi Kurnia, peserta penyandang tunanetra asal Jakarta, mengatakan dapat menjalani CBT-UM UGM dengan lancar. Ia merasa sangat terbantu dengan berbagai fasilitasi yang disediakan oleh UGM mulai adanya pendamping, penyediaan perangkat khusus saat ujian, hingga lokasi yang aksesibel bagi penyandang disabilitas.

 

“Saya merasa sangat senang karena UGM kampusnya cukup inklusif,  aksesibel bagi penyandang disabilitas termasuk netra dan ditambah dengan adanya pendamping benar-benar sangat membantu,” tuturnya.

 

Meski memiliki keterbatasan fisik, Aulia memiliki semangat dan harapan yang besar dalam menggapai cita. Keterbatasan yang disandangnya tidak menghalanginya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Buktinya ia memutuskan untuk mengejar ilmu di kota pendidikan Yogyakarta saat SMA.

 

“Yang penting terus semangat. Jangan pernah menganggap diri kita tidak bisa, meski dengan keterbatasan kita bisa kok melakukan apa yang orang-orang normal umumnya lakukan,” tuturnya sembari berharap ia bisa lolos dalam ujian kali ini dan diterima kuliah di UGM.

 

CBT-UM UGM dilaksanakan 25 Juni – 4 Juli 2022. Ujian dilakukan di 23 lokasi dengan 100 ruangan yang tersebar di 19 fakultas, sekolah vokasi, perpustakaan, serta Kampus UGM Jakarta. Dari 40.594 peserta, sebanyak 36.135 peserta mengikuti ujian di UGM Yogyakarta dan 6.091 peserta di Kampus UGM Jakarta. Peserta ujian terbagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok saintek 36.135 peserta, soshum 14.060 peserta, dan kelompok campuran 399 peserta. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.