Kamis, 22 Oktober 20

Di Tengah Gempuran Covid-19, Kemenperin Jaga Pasar Ekspor Furnitur dan Kerajinan

Di Tengah Gempuran Covid-19, Kemenperin Jaga Pasar Ekspor Furnitur dan Kerajinan
* Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wabah virus corona atau Covid-19 membuat perekonomian Indonesia terguncang. Sektor industri kecil menengah (IKM) kerajinan termasuk yang terpukul akibat serangan Covid-19.

 

Baca juga:

Kemenperin-Gaikindo Cegah PHK di Sektor Industri Otomotif Akibat Corona

Kemenperin Pantau Dampak Pandemi Covid-19 terhadap IKM di Beberapa Daerah

Hadapi Covid-19, Kemenperin Terus Dorong Pengembangan IKM

 

Di tengah gempuran Covid-19 Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menjaga pasar-pasar tujuan ekspor para pelaku IKM agar tetap melanjutkan pemesanannya dari Indonesia. Salah satu sektor yang punya orientasi ekspor dan masih berpotensi memiliki ceruk yang besar, yakni IKM furnitur dan kerajinan.

“Kami akan menugaskan petugas Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC) dan atase perdagangan untuk memberikan pengumuman kepada para buyers yang mengimpor furnitur dan craft dari Indonesia agar ordernya tidak dibatalkan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Kamis (16/4/2020).

Gati mengungkapkan, dengan kondisi saat ini di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah, Direktorat Jenderal (Ditjen) IKMA Kemenperin akan mengawal pelaku IKM furnitur dan kerajinan dalam negeri agar tetap produktif hingga lancar proses pengapalan produknya.

“Menurut pantauan kami, pelaku IKM kerajinan turut merasakan dampak dari mewabahnya COVID-19 di Indonesia, salah satunya adalah pembatalan pemesanan dari beberapa buyer di luar negeri yang mencapai 3-5 persen,” tuturnya.

Selain itu terjadi penangguhan pembelian hingga 70 persen. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.