Senin, 13 Juli 20

Kemenperin-Gaikindo Cegah PHK di Sektor Industri Otomotif Akibat Corona

Kemenperin-Gaikindo Cegah PHK di Sektor Industri Otomotif Akibat Corona
* Dampak dari pandemi virus corona atau Covid-19 Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akan terus berkoordinasi untuk dapat mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri otomotif. (Foto: gaikindo.or.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Serangan dahsyat yang dilancarkan oleh virus corona atau Covid-19 bukan hanya menelan korban jiwa, namun juga membuat perekonomian Indonesia terguncang.

Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang terdampak cukup besar akibat pandemi Covid-19. Hal ini membuat efek berantai yang kurang baik, mulai dari industri komponen hingga pada tenaga kerjanya, karena ada produsen kendaraan yang mengurangi kegiatan produksinya.

 

Baca juga:  Dampak Covid-19, Menperin Imbau Industri Otomotif Penuhi Hak Pekerja

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akan terus berkoordinasi untuk dapat mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri otomotif.

“Kami bersama Gaikindo akan berupaya semaksimal mungkin untuk berupaya membantu industri otomotif dalam jangka pendek ini untuk mencegah terjadinya PHK,” ujar Agus di Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2020).

Bahkan, lanjutnya, Kemenperin berkomitmen mencegah potensi dampak buruk yang ditimbulkan oleh Covid-19 terhadap industri otomotif, sehingga nantinya sektor ini dapat bertahan dan kembali berkontribusi terhadap sektor ekonomi dan perindustrian nasional.

Dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020, terdapat tambahan penanganan Covid-19 sebesar Rp405,1 Triliun. Dari jumlah tersebut Rp150 triliun akan digunakan untuk membantu pemulihan sektor industri termasuk industri otomotif.

“Perppu ini akan sangat membantu sektor industri, termasuk industri otomotif sehingga mereka dapat melakukan recovery dengan cepat menuju kondisi yang normal,” tandasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.