Senin, 18 Oktober 21

Kuartal III 2017, Laba Bersih Bank Mandiri Rp15,1 Triliun

Kuartal III 2017, Laba Bersih Bank Mandiri Rp15,1 Triliun
* Gedung Bank Mandiri.

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Bank Mandiri (persero) Tbk berhasil membukukan hasil kinerjanya dengan pencapaian yang luar biasa, terutama di sembilan bulan pertama tahun 2017 atau di kuartal III.

Hal ini  tercermin dari realisasi pertumbuhan kredit perseroan secara tahunan yang mencapai 9,8% atau year on year (yoy) pada September 2017 menjadi Rp 686,2 triliun.

“Laba naik karena keberhasilan kita menekan kredit bermasalah, dan collection, sehingga pendapatan kita bertambah karena pencadangan menurun,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (25/10/2017).

Pertumbuhan kredit tersebut, kata Kartika, berhasil menopang kenaikan aset perseroan menjadi Rp 1.078,7 triliun atau naik 10,6%. Adapun laba bersih yang dibukukan perseroan pada akhir September 2017 tercatat sebesar Rp 15,1 triliun, tumbuh 25,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Kartika Wirjoatmodjo
Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

Jika melihat pada laporan keuangan kuartal III 2017 kenaikan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang lompat 18,4% secara tahunan menjadi Rp 16,84 triliun dibanding tahun lalu Rp 14,22 triliun.

Tidak hanya itu, kenaikan laba bersih juga ditopang dari penurunan biaya pencadangan (provision net) yang turun 23,2% menjadi dari Rp 15,91 triliun menjadi Rp 12,21 triliun atau selisih Rp 3,69 triliun. PPOP Bank Mandiri juga tercatat meningkat pada September 2017 menjadi Rp 32,15 triliun atau naik 7,4%

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Tiko ini, menyebut keberhasilan perseroan menjaga tren positif ini didorong oleh komitmen kuat perseroan dalam mengoptimalisasi aset produktif perusahaan secara berkualitas, serta mendorong kontribusi pendapatan yang bersumber dari jasa perbankan.

“Di tengah tren penurunan suku bunga perbankan sebagai respons atas kebijakan regulator dan persaingan yang semakin ketat di industri, kami terus melakukan penajaman implementasi fokus bisnis, serta mendorong inisiatif inovasi produk keuangan sesuai kebutuhan nasabah sebagai solusi strategis dalam menjaga kepercayaan nasabah kepada perseroan,” ungkap Kartika.

Sementara dari sisi kualitas aset, juga mengalami perbaikan terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang turun dari 3,81% pada September 2016 menjadi 3,75% pada September 2017. Hingga akhir tahun, Kartika optimis pihaknya mampu menekan laju NPL di bawah 3,5%. (Albar)

Baca Juga:

Bank Mandiri Mulai Pangkas Bunga Deposito

Bank Mandiri Cetak 34 Ribu Wirausaha Muda

Setiap Hari Ada 6 Juta Transaksi Bank Mandiri dengan Nilai Rp 3 Triliun

Bank Mandiri Fokuskan Bina Lingkungan

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.