Sabtu, 29 Januari 22

Defisit Anggaran Pemerintah AS Bertambah

Defisit Anggaran Pemerintah AS Bertambah

Washington – Gedung Putih mengumumkan defisit anggaran tahun ini Amerika Serikat (AS) mencapai 702 miliar dolar. Berdasarkan penilaian ini, defisit anggaran pemerintah Federal Amerika bertambah 99 miliar dolar dari yang diprediksikan dua bulan lalu.

Sesuai laporan Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, defisit anggaran tahun 2018 yang penyusunannya dimulai awal bulan Oktober, juga mengalami peningkatan sebesar 149 miliar dolar menjadi 589 miliar dolar. Padahal pemerintah Donald Trump, Presiden Amerika berusaha dengan bantuan Republikan di Kongres meratifikasi sebagian proyek-proyek berbiaya besar seperti urusan pertahanan. Dalam draf usulan bujet tahun anggaran 2018 yang diserahkan pemerintah Trump, ada penambahan puluhan miliar terhadap bujet Pentagon, Kementerian Pertahanan Amerika.

Di sisi lain, pemerintah Amerika bermaksud meratifikasi usulan terbesar dalam sejarah negara ini terkait keringanan pajak. Pelaksanaan proyek ini bakal mengurangi ratusan miliar dolar dari penerimaan pajak pemerintah federal. Diprediksi bahwa terganggunya keseimbangan sumber-sumber penerimaan pemerintah federal dan peningkatan belanja negara membuat Amerika kembali pada periode defisit anggaran satu trilyun dolar.

Kondisi ini membuat pemerintah Trump menyalahkan para pejabat Amerika sebelumnya, termasuk Barack Obama, mantan Presiden Amerika dan menyebut mereka sebagai pihak yang bertanggung jawab atas bertambahnya defisit anggaran dan tentu saja utang pemerintah federal.

Menurut para pejabat saat ini, pengambilan kebijakan ekspansi fiskal dengan tujuan mendanai program-program kesejahteraan dan menyelamatkan lembaga-lembaga keuangan dari kebangkrutan disertai disiplin fiskal pada pemerintah menyebabkan ratusan miliar dolar pajak warga Amerika menguap. Menurut kelompok ini, untuk menutupi defisit anggaran pemerintah federal lewat kenaikan pajak pada akhirnya merugikan sektor produksi dan jasa di Amerika serta menghancurkan ratusan ribu lapangan kerja.

Pemerintah Trump yang mengesampingkan strategi pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa masalah defisit anggaran dapat diselesaikan lewat pengurangan program-program kesejahteraan sosial termasuk menghapus subsidi pemerintah pada layanan asuransi Obamacare bersamaan dengan pengurangan pajak. Trump di masa kampanyenya menjanjikan angka pertumbuhan ekonomi mencapai 3 persen. Tapi Gubernur Federal Reserve Amerika menyangsikan pemerintah mampu merealisasikan janjinya.

Jannet Yellen, Gubernur Federal Reserve Amerika, hari Kamis (13/7) dalam sidang dengar pendapat komite Senat soal reformasi struktural dan pertumbuhan ekonomi mengatakan:

“Sejatinya mencapai target ekonomi yang ditetapkan Trump membutuhkan perubahan besar, termasuk perubahan pajak, perbaikan struktur pendidikan dan sangat luar biasa bila mampu merealisasikannya.”

Pertambahan terus-menerus defisit anggaran dan utang pemerintah Amerika menjadi faktor penghambat reformasi keuangan di pemerintah Amerika. Padahal, bersamaan dengan itu, ketidakpastian dalam skema pajak dan asuransi serta banyaknya skandal politik yang terungkap membuat ada banyak keraguan terkait keberhasilan lanskap ekonomi Amerika. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.