Senin, 26 Oktober 20

Daya Tahan Rupiah Risiko Naiknya Suku Bunga AS

Daya Tahan Rupiah Risiko Naiknya Suku Bunga AS
* Rupiah masih dalam posisi rentan terhadap risiko naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS).

Jakarta, Obsessionnews.com – Setelah sempat berada di titik terendah sejak krisis 1998 pada akhir September tahun lalu, nilai tukar rupiah kembali dalam tren pemulihan. Meskipun begitu rupiah masih dalam posisi rentan terhadap risiko naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS).

Demikian yang dikatakan ekonom senior DBS Group Research, Philip Wee, dalam riset DBS yang berjudul “IDR-toward further resilience” melalui keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (30/9/2016).

Ia menuturkan, membaiknya kinerja rupiah terutama didukung oleh sejumlah faktor fundamental domestik. DBS Group Research mencatat, kepercayaan investor meningkat seiring perbaikan produk domestik bruto (PDB), yang telah kembali ke level 5 persen pada kuartal IV-2015.

Selain itu, DBS menilai tingkat inflasi yang turun ke 3-5 persen mulai November 2015 juga mendorong Bank Indonesia lima kali menurunkan suku bunga sepanjang 2016 ini. Investor asing pun telah meningkatkan kepemilikan obligasi negara menjadi 5,4 persen terhadap PDB pada semester I-2016, dari 4,8 persen pada akhir 2015.

“Defisit neraca transaksi juga berjalan stabil di level 2,1 persen terhadap PDB pada kuartal IV-2015. Meski negatif, namun ada perbaikan neraca yang mengindikasikan tekanan terhadap ekspor sudah berkurang,” kata Philip

”Faktor-faktor ini yang memberikan kontribusi pada ketahanan rupiah selama periode volatilitas global tahun ini,” tuturnya. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.