Senin, 19 April 21

Cak Imin: Full Day School Tidak Realistis

Jakarta, Obsessionnews.com – Kebijakan full day school yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuai pro dan kontra.  Kini kritikan datang dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Dia menilai kebijakan tersebut tidak lebih baik dibanding kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kolonial Belanda di masa lalu.

“Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini sungguh tidak realistis. Bahkan lebih baik pemerintah Belanda dibanding kebijakan ini,” tutur Cak Imin sapaan akrab Muhaimin Iskandar di Hotel Acacia, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Cak Imin menjelaskan, seharusnya  Muhadjir  memperhatikan dampak buruk terhadap produk budaya yang telah mengakar di masyarakat Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan.

Produk budaya yang dia maksud, yakni madrasah diniyah, yang mana dinilai bakal terberangus dengan adanya full day school.

Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu menilai, seharusnya Mendikbud tidak mengabaikan budaya yang telah ada seperti pemerintah kolonial Belanda yang menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat lokal sebelum mengeluarkan kebijakan.

Dia mengatakan, dulu pemerintah Belanda beradaptasi dengan budaya masyarakat Indonesia terlebih dahulu agar kebijakannya dapat diimplementasikan dengan baik.

“Snouck Hurgronje ditugasi menganalisis, jangan sampai kebijakan Belanda itu tidak produktif bagi apa yang menjadi tujuan mereka,” lanjut Cak Imin.

Meski begitu, Cak Imin yakin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan keluhannya. Apalagi Cak Imin juga mengklaim, dirinya sudah bertemu tiga kali dengan Jokowi untuk menyampaikan keluhannya ini.

Menurut Cak Imin, Jokowi sangat paham bahwa pembangunan, khususnya pembangunan karakter, perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Bukan malah memberangus budaya masyarakat yang telah mengakar berabad-abad lamanya.

Dia berharap Jokowi lekas mencabut penerapan kebijakan full day school yang dikeluarkan Muhadjir. Sebab jika kebijakan ini salah bisa berdampak negatif ke depannya.

“Kalau kebijakan dan strategisnya salah, justru akan sangat berdampak kepada apa yang menjadi tujuan niat baik. Pemerintah seharusnya mendukung memodernisasi, memodifikasi yang sebaik-baiknya kepada guru diniyah kita,” imbuhnya. (Iqbal)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.